A REMEDIAL SYSTEM
BIBLE TRAINING SCHOOL, Wednesday, March 18, 2026.
Karna ceremonial law itu tidak ada sebelum manusia berdosa.
Artinya ceremonial law itu bukan untuk dispensasi tanpa dosa.
Sementara moral law selalu ada (sebelum, sementara, setelah dosa).
Moral law tidak ditentukan oleh ada atau tidak adanya dosa.
Sementara ceremonial law hanya berlaku setelah adanya dosa.
Artinya ceremonial law hanya berlaku di dispensasi dosa.
1.Saya tidak bilang bahwa namanya ada dosa, ada ceremonial law.
2.Tetapi saya juga bisa bilang bahwa dimana ada dosa, ada ceremonial law.
Dan 2 hal itu, kesimpulannya apa?
1.Ceremonial law tidak ada di surga (sebelum ada dosa), karna nanti di surga sudah tidak ada lagi ceremonial law dalam rencana keselamatan.
Diluar dijalankannya rencana keselamatan tidak ada ceremonial law.
Artinya waktu tutup pintu ada moral law gak? Ada.
Apakah ada ceremonial law? Tidak ada.
Artinya tidak ada ceremonial law sebelum Adam dan Hawa berdosa.
Ceremonial law adanya di dispensasi dosa.
Tapi bukan berarti harus ada ceremonial law di dispensasi dosa, tetapi dia juga ada di dispensasi dosa.
Dan juga tidak pernah tidak ada di dispensasi dosa.
Coba di Reason!
Di dispensasi rencana keselamatan ada ceremonial law, tetapi ada di dispensasi rencana keselamatan ada ceremonial law.
Tapi tidak ada di dispensasi rencana keselamatan, tidak ada ceremonial law.
Tadi katanya ceremonial law cuman adanya di sebagian dari dispensasi rencana keselamatan, kenapa sekarang ceremonial law ada di seluruh dispensasi rencana keselamatan.
Dan 2 hal yang bertentangan itu benar.
Bagaimana mau reconcile akan 2 hal yang benar, tetapi bertentangan?
CL: Ceremonial Law.
CL itu adanya di dispensasi dosa.
Hukum yang baru bukan hukum yang dilanggar, tetapi adanya setelah hukum dilanggar (adanya setelah dosa).
Hukum ceremonial law itu adanya sebagai solusi di dispensasi dosa.
Tetapi bukan berarti harus ada CL di dispensasi dosa.
Ada 3 PERNYATAAN:
1. Di dispensasi dosa: Ada dimana ada CL.
2.Di dispensasi dosa: Ada dimana tidak ada CL.
3.Tidak pernah tidak ada CL.
Bagaimana MAU rekonsiliasi itu semua?
Ada CL.
CL berakhir di kayu salib.
Artinya sudah tidak ada ceremonial law setelah kayu salib.
Artinya ada saatnya di dispensasi dosa tidak ada ceremonial law.
Artinya walaupun CL ada, tetapi tidak selalu ada, tapi tidak pernah tidak ada.
Analisa:
Di kayu salib : CL berakhir.
Berakhir artinya benar-benar berakhir.
Artinya setelah berakhir, tidak ada CL.
Tapi CL tidak pernah tidak ada, artinya di setelah CL berakhir harus ada CL dong, tetapi harus beda dengan CL yang ada sebelum kayu salib yang sudah berakhir waktu di kayu salib.
Jadi CL yang sebelum kayu salib disambung dengan CL yang bukan CL yang sebelum kayu salib yang sudah dipakukan.
Artinya ada 2 CL.
CL selalu ada.
Kenapa bilang dipakukan? Karna ada CL yang bukan CL setelah CL dipakukan.
Jadi ada CL yang hanya berlaku sampai kayu salib.
Sementara tidak pernah di dispensasi dosa tidak ada CL, dan ini bicara mengenai CL yang selalu ada, walaupun yang selalu ada ini bukan selalu CL yang sama.
He instituted a memorial service, the ordinance of feet washing and the sacramental supper, to be observed through all time by His followers in every country. These should ever repeat Christ’s act, that all may see that true service calls for unselfish ministry.—The Signs of the Times, May 16, 1900. EV 275.5
Ia menetapkan suatu ibadah peringatan, yaitu tata cara pembasuhan kaki dan perjamuan sakramental, yang harus dipatuhi sepanjang masa oleh para pengikut-Nya di setiap negeri. Mereka hendaknya senantiasa mengulangi perbuatan Kristus, agar semua orang dapat melihat bahwa pelayanan sejati membutuhkan pelayanan tanpa pamrih.—The Signs of the Times, 16 Mei 1900. EV 275.5
Pict:
Manuscript 43, 1897.
Apa "memorial service" namanya?
It's a ceremony foot washing (ceremonial law).
Artinya ceremonial law selalu ada.
Guess what, meat and drink is a big time ceremony.
We are actually still practicing CL.
Bukan bayang-bayang kayu salib, tetapi untuk mengingat kayu salib (it is a memorial service).
Bedanya tidak ada lambang kayu salib (domba), seorang imam Besar di dunia dan sanctuary di surga, karna itu semua digantikan oleh Kristus sebagai domba, Imam Besar di Surga dan sanctuary di surga, but it's still A MEMORIAL.
We are commemorate the death of Christ on the cross by practicing ceremonial law.
Tumpang tindih (tidak ada gap) :
Tuhan Yesus berdiri diantara 2 economies (satu kaki di kiri, satu kaki di kanan).
Yang mendikte ialah kenyataannya ada 2 ceremonial law.
Dia berdiri di hari dia dipakukan, tetapi sebelum dia di pakukan.
Luke 15:7 (KJV) I say unto you, that likewise joy shall be in heaven over one sinner that repenteth, more than over ninety and nine just persons, which need no repentance.
Apakah 99 orang ini perlu pertobatan, tetapi mereka tidak rasa butuh?
Kalau jawabannya Iya, artinya 100 yang butuh pertobatan dan cuman 1 saja yang bertobat.
Artinya ada 100 domba yang hilang dan 99 domba hilang dan tidak di cari dan tidak mau ditemukan, karna hanya 1 domba yang hilang yang dicari, apakah seperti itu maksudnya? Tidak.
Yang benar ialah ada 99 domba yang di kandang yang tidak hilang dan mereka tidak perlu bertobat.
99 orang ini tidak perlu bertobat, di dalam kandang.
Jadi mereka tidak pernah berdosa.
Tuhan Yesus senang banget bagi yang sama sekali tidak pernah berdosa.
Tetapi yang Tuhan Yesus mau bilang disini:
Sukacita Tuhan Yesus diungkapkan lebih besar bagi yang sudah hilang dan bertobat.
Dia tidak respector of person.
Yang dia mau tunjukkan bukan dia lebih suka orang yang hilang dan bertobat.
Tetapi dia cuman mau bilang bahwa bukan main seluruh surga senang banget, kalau 1 orang bertobat dari dosanya yang dia sadari dan dia ratapi dan dia bertobat.
Pertanyaannya:
Apakah waktu seluruh surga senang, kita tidak?
Contoh 1 orang bertobat:
Luke 7:37 (KJV) And, behold, a woman in the city, which was a sinner, when she knew that Jesus sat at meat in the Pharisee's house, brought an alabaster box of ointment,
Wanita ini namanya Maria.
Dia kelas berat orang berdosa.
Kelas berat pelacur dosanya.
Dia berhubungan dengan orang yang bukan suaminya.
Dan bukankah yang seperti inilah seluruh surga bersukacita, kalau dia bertobat?
Luke 7:38 (KJV) And stood at his feet behind him weeping, and began to wash his feet with tears, and did wipe them with the hairs of her head, and kissed his feet, and anointed them with the ointment.
Wanita ini menangis.
Menangis artinya bisa melihat betapa jijik dosanya, dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang sudah mengampuni dosanya, dan tangisannya adakah hasil pekerjaan roh Kudus bukan tangisan buaya.
Minyak wangi yang harganya 1 tahun punya gaji.
Luke 7:39 (KJV) Now when the Pharisee which had bidden him saw it, he spake within himself, saying, This man, if he were a prophet, would have known who and what manner of woman this is that toucheth him: for she is a sinner.
Dan orang Farisi ini melihat akan hal itu dan berbicara dalam hatinya: kalau dia (Tuhan Yesus) memang seorang nabi, artinya dia tau dong wanita ini orang berdosa yang tidur dengan yang bukan suaminya, sehingga dia tidak akan mengizinkan untuk kakinya di jamah oleh wanita ini (artinya orang Farisi ini bilang: Tuhan Yesus tidak bisa selesaikan persoalan wanita ini, soalnya dia pelacur, dan tangisan wanita ini adalah tangisan buaya).
Apakah Tuhan rasa jijik dipegang oleh pelacur? Tidak, karna Tuhan cari orang seperti itu untuk diselamatkan bukan cari orang seperti orang Farisi yang hanya menuduh orang berdosa.
Orang Farisi ini namanya Simon.
Dulu dia adalah orang kusta, lalu disembuhkan Tuhan Yesus.
Dan dia mengundang Tuhan Yesus untuk ber-terimakasih sudah menyembuhkan dari kustanya.
Jangan lupa:
Kita semua ada kekurangan yang harus diperbaiki.
Kalau ada sesuatu yang kita tau tidak baik, sadarlah dan berikan akan hal itu kepada Tuhan Yesus.
Satu orang bertobat seluruh surga senang, sementara orang dunia tidak yakin.
Hak apa saya tidak yakin?
Ada otoritas darimana saya tidak yakin?
Bukankah kita senang kalau ada yang bertobat?
There were two institutions founded in Eden that were not lost in the fall,—the Sabbath and the marriage relation. These were carried by man beyond the gates of paradise. He who loves and observes the Sabbath, and maintains the purity of the marriage institution, thereby proves himself the friend of man and the friend of God. He who by precept or example lessens the obligation of these sacred institutions is the enemy of both God and man, and is using his influence and his God-given talents to bring in a state of confusion and moral corruption. ST February 28, 1884, par. 11.
Ada dua lembaga yang didirikan di Eden yang tidak hilang dalam kejatuhan,—Sabat dan hubungan perkawinan. Kedua lembaga ini dibawa oleh manusia melampaui gerbang surga. Barangsiapa yang mengasihi dan memelihara Sabat, dan menjaga kemurnian lembaga perkawinan, dengan demikian membuktikan dirinya sebagai sahabat manusia dan sahabat Allah. Barangsiapa yang melalui ajaran atau teladan mengurangi kewajiban lembaga-lembaga suci ini adalah musuh Allah dan manusia, dan menggunakan pengaruhnya serta talenta yang diberikan Allah untuk mendatangkan kekacauan dan kerusakan moral. ST 28 Februari 1884, par. 11.
ST February 28, 1884, par. 11
Ada berapa institusi yang Adam bawa keluar dari taman Eden? Ada 2.
Apa saja? Hari Sabat dan Pernikahan.
Artinya apakah itu institusi dunia? Tidak, itu institusi surga 100℅.
Artinya pernikahan seseorang disahkan surga bukan dunia.
Dimana catatan sipil tidak membuat orang menikah di hadapan surga, itu hanya untuk catatan di hadapan dunia siapa yang menikah dan siapa yang tidak menikah.
Apakah dunia bisa buat gak undang-undang hari sabat (mengenai hari worship dan rest) dihadapan surga? Tidak bisa.
Kalau sabat dan pernikahan sama-sama keluar dari taman Eden.
Sebagaimana mereka tidak bisa buat undang-undang hari sabat, mereka pun tidak bisa membuat undang-undang siapa yang bisa menikah atau tidak.
Menikah: waktu diberkati Tuhan Bukan karna namanya di catat di catatan sipil.
Kalau kalian tidak setuju, artinya dunia bisa buat undang-undang hari worship.
Artinya bagaimana caranya untuk orang menjadi satu dihadapan surga? Berdoa.
Mrs. White waktu buat pernikahan, hanya berdoa di dapur seseorang.
Apakah dosa sesorang bisa membatalkan, dia bisa masuk surga, kalau Roh kudus sudah menginsafkan, sudah mengakui dan Tuhan tidak akan tidak mengampuni, lalu dipersatukan dengan pengertian semua sudah dibereskan, siapa yang bisa bilang tidak boleh? Tidak ada.
Dosa lampau diampuni, apakah dosa lampau harus dibawa terus, karna tidak bisa dibereskan, artinya tidak ada keselamatan bagi kita semua.
Rencana keselamatan adalah pekerjaan roh kudus dalam hati, kalau orang sadar, dan mengakuinya, dan go and sin no more, maju terus, dosa lampau Tuhan bereskan, apalagi orang itu dibebaskan dari beban dosa, bukankah kita keluarga surga pun bersukacita.
Kalau saya sudah diampuni dosanya, kenapa orang lain tidak bisa mengalaminya?
John 8 Tuhan Yesus bilang: Neither do I condemn thee, from now on, go and sin no more.
Yang lampau, kelar.
Siap maju untuk masuk time of trouble.
Apalagi orangnya suka belajar.
--
Ceremony : urutan acaranya selalu sama.
By definition, itu artinya ceremony.
Setiap kali orang menikah POLANYA selalu sama.
--
Pernikahan artinya ialah saya mau menjadi satu dengan Kristus.
Menikah dengan Kristus yang dilambangkan dengan menikah dengan pasangannya, sebelumnya harus mengakui dosa dan diampuni dosanya terlebih dahulu, bertobat.
Menikah dengan Kristus itu sama dengan menikah versi surga di dunia.
--
I wil remember sins no more (new covenant):
Kalau Tuhan Yesus ampuni : benar-benar tidak diingat dosanya lagi.
--
Tidak bisa dunia yang menentukan hari berbakti, artinya tidak bisa juga dunia yang menentukan undang-undang menikah; yang menentukan adalah surga.
Surgalah yang menentukan disahkan atau tidak.
Adam and Eve, at their creation, had a knowledge of the law of God; they were acquainted with its claims upon them; its precepts were written upon their hearts. When man fell by transgression the law was not changed, but a remedial system was established to bring him back to obedience. The promise of a Saviour was given, and sacrificial offerings pointing forward to the death of Christ as the great sin offering were established. But had the law of God never been transgressed, there would have been no death, and no need of a Saviour; consequently there would have been no need of sacrifices. PP 363.1
PP 363.1
Adam dan Hawa mengetahui hukum God.
Mereka mengerti prinsip-prinsipnya (S&J) di dalam hati.
Waktu mereka berdosa ada a remedial system.
Apa remedy?
Remedy adalah untuk memperbaiki yang rusak/solusi.
Ex.Natural Remedy = solusi natural.
Dimana ada kutipan Remedy?
Not one of us will ever receive the seal of God while our characters have one spot or stain upon them. It is left with us to remedy the defects in our characters, to cleanse the soul temple of every defilement. Then the latter rain will fall upon us as the early rain fell upon the disciples on the Day of Pentecost. 5T 214.2
Tidak seorang pun dari kita akan menerima meterai Allah selama karakter kita masih memiliki satu noda atau cela. Tugas kita adalah memperbaiki kekurangan dalam karakter kita, membersihkan bait jiwa dari setiap pencemaran. Kemudian hujan akhir akan turun atas kita seperti hujan awal yang turun atas murid-murid pada Hari Pentakosta. 5T 214.2
Setelah dosa (transgression).
Mereka tau hukum Tuhan.
Mereka tau mereka berdosa, waktu mereka melanggar.
Apakah Adam bilang: In Eden I was alive without the law once? Tidak.
Karna dia knew the law, dan dia tau, itu dosa.
Waktu berdosa, apakah moral law di rubah? Tidak.
Tetapi sistim yang akan menolong mereka untuk tidak melanggar hukum Tuhan di establish.
Tujuannya supaya tidak berdosa (menurut).
Dimana remedial system ini adalah janji Juruselamat.
Janji Juruselamat:
There was a sin, there was a remedial system (the promise of Saviour).
Dan promise of Saviour ini terdiri dari sacrificial offerings yang menunjuk kepada kematian Kristus di kayu salib.
Tetapi kalau moral law tidak pernah dilanggar, sehingga tidak perlu ada kematian, tidak perlu ada remedial system; Tidak perlu ada Juruselamat, tidak perlu ada domba yang menunjuk kepada Juruselamat, sehingga tidak perlu ada sacrifice, tidak perlu ada remedy atau tidak perlu ada ceremonial law.
CL munculnya setelah ada dosa.
Fungsi CL untuk dia kembali menurut hukum Tuhan (10 hukum) dengan dia menerima janji Juruselamat.
Juruselamatnya belum mati (nanti), tetapi menjanjikan kematiannya.
Kalau saya buat sacrificial offerings, saya percaya Kristus mati.
Kalau saya percaya, saya bikin kematian domba yang melambangkan dia yang akan mati nanti.
Jas 2:18 Yea, a man may say, Thou hast faith, and I have works: shew me thy faith without thy works, and I will shew thee my faith by my works.
SO : Sacrificial Offerings.
Untuk bikin SO, itu sebagai pengungkapan dia punya faith terhadap kematian Juruselamat nanti.
Bisa gak cuman percaya doang tanpa bikin apa-apa? Tidak bisa.
Artinya kalau saya tidak bikin SO, saya TETAP di condemn, karna sebelum bikin SO, saya di condemn.
Kalau dibikin "Neither do I condemn thee," karna ada iman dibuktikan dengan kamu bikin.
Fungsinya CL berlakunya/berakhir sampai waktu Saviour yang dijanjikan digenapi.
Saviournya menjanjikan APA? Kematian.
Kenapa? Karna iman saya diungkapkan dengan melalui KEMATIAN domba.
Mat 26:10 When Jesus understood it, he said unto them, Why trouble ye the woman? for she hath wrought a good work upon me.
Mat 26:11 For ye have the poor always with you; but me ye have not always.
Mat 26:12 For in that she hath poured this ointment on my body, she did it for my burial.
Mat 26:13 Verily I say unto you, Wheresoever this gospel shall be preached in the whole world,there shall also this, that this woman hath done, be told for a memorial of her.
Tuhan Yesus tau bahwa itu "she hath poured this ointment on my body" untuk di kubur. Hanya dia yang mengerti bahwa Tuhan Yesus yang akan mati, hanya dia yang merasa dosanya paling besar dan sangkin besarnya dosanya, sangat besar terima kasihnya.
Sementara orang lain menghakimi wanita ini, hanya karna melihat dosa lampaunya.
Kita semua ada dosa lampau.
Luk 7:47 Wherefore I say unto thee, Her sins, which are many, are forgiven; for she loved much: but to whom little is forgiven, the same loveth little.
Luk 7:48 And he said unto her, Thy sins are forgiven.
Berdasarkan dosa yang besar, oleh sebab itu waktu diampuni dosanya yang besar, dia mengungkapkan terima kasihnya juga dengan sangat besar.
Kalau kamu pikir kamu punya dosa kecil, maka kamu punya berterima kasih kepada Tuhanpun kecil.
Sukacita waktu diampuni 1 banding 1 dengan betapa besarnya dosa kita diampuni.
Waktu dosa diampuni, bukankah bebasnya bukan main.
Dan Tuhan Yesus bilang: I will remember no more your sins!
A MORE SURE WORD OF PROPHECY 2026

Komentar
Posting Komentar