MORAL LAW IS NOT CEREMONIAL LAW

BIBLE TRAINING SCHOOL, Tuesday, March 17, 2026.

Hukum itu adalah apa yang keluar dari mulut Tuhan, dan kalau itu dilanggar, itu adalah dosa.
Melanggar hukum itu adalah kematian.
Karna hukum itu adalah kehidupan.
Karna tidak ada yang dari Tuhan, tidak hidup.
Sehingga apa saja yang menolak kehidupan adalah mati.

Dengan tolak Gen 2:17, mereka tolak kehidupan.

Hukum memberikan kehidupannya.
Kalau kamu melanggar hukumnya, menolak kehidupannya, dan kamu pasti mati.
Menolak hukum itu, kematiannya sempurna, karna tidak ada kematian setengah-setengah.
Karna kehidupan dan hukum yang Tuhan berikan 100%, tidak setengah-setengah.

Kehidupannya 100%, kalau melanggar, kematiannya 100%

Kenapa 100%?
Kehidupannya 100%.
Pelanggarannya 100%.
Maka kematiannya juga 100%.
Kenapa dibikin itu dibikin jadi 1 banding1?

Adam berapa persen hidup, waktu belum ada nafas kehidupan? 0%.
0% ini lawannya hidup.
Artinya kalau mau bilang lawannya hidup, artinya dia mati 100%.
Walaupun tidak bisa dibilang mati, karna dia belum pernah hidup.
Tetapi berdasarkan 100% kehidupan, jadi kita ambil dia mati (hanya untuk bandingan).

Kalau 100% hidup, 0% mati.
lawannya adalah 100% mati, 0% hidup.

Jadi waktu dia mati, waktu menjadi living soul berapa persen hidup?100%.
Artinya yang membuat dia 100% hidup adalah yang keluar dari mulut Tuhan.

Hidup:
karena keluar dari mulut Tuhan.

Artinya kalau dia melanggar yang keluar dari mulut Tuhan, artinya dia berapa persen mati? 100% sama dengan dia ke posisi sebelum menjadi makhluk hidup (kondisi debu tanah).

Mati:
langgar yang keluar dari mulut Tuhan.

Sebelum hidup:
100% mati.

Yang membuat hidup:
nafas Tuhan.

Artinya untuk dia hidup, disebabkan oleh yang keluar dari mulut Tuhan.
Sehingga untuk mati, disebabkan oleh yang keluar dari mulut Tuhan.

1 banding 1 banding.
Jadi masuk akal gak, kalau melanggar mati? Masuk akal.
Dan kalau tidak masuk akal, pertanyaan saya; kenapa kamu dibuat hidup oleh Firman?
Kenapa tidak masuk akal, kalau dia tolak firman yang membuat hidup?

Mati dan hidup disebabkan oleh Firman; bedanya ialah lawan arah (satu menjadi ada, satu menjadi tidak ada; tapi disebabkan oleh Firman TIDAK DITOLAK & Firman yang DITOLAK).

Jadi Adam berapa persen manusia? 100%.
Dan waktu melanggar berapa persen manusia? 0%.
Artinya berapa persen mati? 100%.
Keduanya ada hubungan dengan 1 kata? Hukum.
Artinya tidak bisa ada hukum yang lain lagi, karna hukum itu sudah menghasilkan 100% matinya.
Dan kalau ada hukum yang lain lagi yang belum dilanggar, apakah dia matinya 200%, kalau melanggar 22nya?

Dan karna melanggarnya 100%, artinya tidak ada hukum lagi yang perlu dilanggar untuk bilang itu dosa, karna matinya 100%.

Artinya kalau ada hukum yang seharusnya mati 100% selain dari yang dia sudah langgar, artinya 100% belum cukup matinya, artinya matinya harus 200% atau paling kurang lebih dari 100%.

Kecuali kalau Adam matinya kurang dari 100%, artinya ada hukum yang belum dilanggar, sehingga matinya hampir benar-benar mati.

Kalau mati belum 100%, hukum belum 100% sehingga harus ada hukum lain yang perlu di langgar sehingga baru bisa 100% mati.

Saat ada hukum yang muncul setelah moral law dilanggar, apakah ini moral law?
bukan.

Orang itu sebelum hidup, dia 100% tidak hidup.
Tidak hidup = mati.
Artinya bilang saja Adam mati sebelum diciptakan 
Dan yang keluar dari mulut Tuhanlah yang membuat dia hidup 100%.
Waktu dia bilang, waktu dia makan buah itu, kamu akan mati.
Kamu akan mati itu = 100% belum diciptakan.
Artinya kematian adalah 100% itu sebelum diciptakan, dan itu sempurna.

Karna kalau tidak, saya bilang Adam sudah ada unsur kehidupannya, sehingga tidak bisa dibilang debu tanah 100%.
Karna mati itu = 100% belum diciptakan.
Artinya lengkap matinya.
Kata lengkap matinya itu, artinya hukum yang dilanggar itu sudah lengkap dilanggar dari semua yang dituntut kematiannya.
Karna kalau dia matinya 75%, dan melanggarnya 100%, artinya hukum yang 100% dilanggar belum mencapai 100%, sehingga harus ada hukum lagi, yang kalau dilanggar 100%, baru sisa 25% mati untuk 100% mati.
Dan karna bukan demikian, karna matinya 100%, artinya cuman hukum itu yang dibutuhkan untuk kalau dilanggar, mati, dan langgar dan matinya 100%; karna kalau-pun ada hukum ditambah lagi, hukum yang ditambah lagi itu bukan hukum yang dilanggar yang hasilnya adalah 100% mati, karna sebelum hukum yang ditambah itu ditambahkan, orang itu sudah 100% mati.

Jadi yang mendikte adalah dia mati 100%.
Darimana kita tau dia mati 100%? Karna waktu dibilang mati, dia mati dan mati itu sama dengan sebelum diciptakan, walaupun dia tidak mati, tetapi dengan tidak hidup 100%, kita bilang itu mati; sehingga waktu dia kembali ke situ, hukumnya sempurna dilanggar.

Dan mati itu sama dengan kondisi sebelum dia ada.
Apakah sebelum diciptakan, apakah Adam sudah ada sedikit? Tidak.
Kalau dia tidak ada sedikit, artinya sempurna kematiannya.

100% melanggar hukum, seandainya kalau ada hukum yang lain, hukum yang lain itu bukan hukum yang dilanggar; berdasarkan dia mati 100%.
Kalau matinya tidak 100%, artinya harus ada hukum yang melengkapi 100%, agar matinya 100%; artinya dia tidak melanggar 100%, kalau matinya tidak 100%, kalau dibutuhkan hukum tambahan untuk matinya 100%.

Kenapa itu penting?
Karna kita mau tau dulu, karna kalau ada muncul hukum setelah mereka berdosa; kita mau tau apakah ini hukum bagian daripada moral law atau bukan?
Dan kalau dia matinya 100%, dan muncul hukum setelah harusnya kamu mati, ini bukan moral law.
Karna moral law sudah 100% dilanggar.
Dan ini hukum bukan moral law.

--

Kematian Yesus mencakup kematian semua orang.
Tapi kematian Yesus ada batasnya dimana lewat itu tidak ada kehidupan lagi [dosa tidak bisa dibayar]?
Tidak.

Kehidupannya yang dia berikan kepada semua makhluk yang dia ciptakan tidak membuat kekurangan sedikitpun kehidupannya.

Saat Yesus mati untuk kita, masih banyak kehidupannya.

Setiap berdosa, dijamin Yesus dengan catatan bertobat.
Kalau orangnya tidak bertobat, orang itu mati kekal.
Setiap dosa, Yesus cover kematian kekal.

Kehidupan Yesus:
Seakan-akan kalau diambil, lubangnya diisi lagi.
Tapi tidak demikian, karena walau diambil, tidak pernah berkurang.

Berikan deskripsi yang menunjukkan law yang muncul setelah ada dosa!
Berdasarkan moral sudah dilanggar 100% sehingga tidak ada yang buat tambah 100% dosa adalah:
ada yang mati (tuntutan mati masih dijalankan), tetapi yang mati bukan yang harusnya mati.

Penting untuk katakan Ceremonial Law tidak sama dengan Moral Law, karena Moral law sudah sempurna.

Kalau tidak ada hukum ini, yang harusnya mati, mati (moral law).
Apa sebabnya ada hukum ini, additional (tambahan) dari yang sudah ada?
Kenyataannya bahwa yang mati tidak mati karena ada yang mati, artinya karena Tuhan tidak ingin yang harusnya mati, mati.

Saat Tuhan tidak mau dia mati, dan mati, hasil dosa, artinya tujuan Tuhan untuk dia tidak mati adalah agar dia tidak berdosa.

Saat mereka tidak mati, Tuhan mau beri kesempatan untuk tidak berdosa, karena kalau mereka mati, kesempatannya pun mati.
Artinya berdasarkan pernyataan itu yang benar, hukum itu fungsinya agar dia tidak berdosa lagi.

Hidup:
Kesempatan untuk tidak berdosa.

Bagaimana orang yang berdosa dan harusnya mati, tidak mati dan diizinkan tidak berdosa lagi?
Walaupun bukan artinya tidak ada yang mati, karna ada yang mati, walaupun yang mati bukan orang berdosa.
Bagaimana caranya untuk dia waktu hidup dia tidak berdosa?
Untuk benefit, berterima kasih, untuk lihat yang mati yang menggantikan dia.

Hukum ini, setelah berdosa, sangat dibutuhkan.
Dengan lihat, mengerti yang gantikan kematian kamu, kamu akan bisa menurut moral law lagi.

Hukum tambahan:
Bukan moral law.

Ini yang harusnya dilihat semua orang.
Artinya kematian yang menggantikan kematian orang ini adalah feature dari hukum ini adalah dia punya sorotan yang harus dilihat oleh semua orang yang harusnya mati tapi tidak.
Fokusnya ialah yang harusnya mati, kamu, tetapi yang mati, bukan kamu; sehingga kamu bisa menurut hukum moral.

HIDUP ini adalah KESEMPATAN!

Jer 6:16 Thus saith the LORD, Stand ye in the ways, and see, and ask for the old paths, where is the good way, and walk therein, and ye shall find rest for your souls. But they said, We will not walk therein. 
Jer 6:17 Also I set watchmen over you, saying, Hearken to the sound of the trumpet. But they said, We will not hearken. 

Bunyi terompet:

Isa 58:1 Cry aloud, spare not, lift up thy voice like a trumpet, and shew my people their transgression, and the house of Jacob their sins. 

Bunyikan terompet: tunjukan dosa-dosa mereka.

Hukum tambahan ini bukan moral law, tapi hukum tambahan ini untuk orang bisa menurut moral law.
Dan untuk menurut hukum moral, orangnya harus hidup, sementara orang ini harusnya mati, tetapi bukan yang harusnya mati, yang mati.

Kematian Yesus itu untuk kita hidup setiap detik untuk kita menurut moral law.

--

Siapa yang mati?
Yesus.
Tetapi Tuhan Yesus belum mati.
Walaupun Tuhan Yesus belum mati, tetapi bisa dimengerti melalui kematian domba.
Kematiannya dalam bentuk janji.

Domba mati:
Ceremony.
Apakah ini dibutuhkan untuk orang selamat? Iya
Orang itu diselamatkan oleh Yesus dan bukan ceremonial law.
Orang itu diselamatkan dengan yang gantikan kematiannya.
Karena Yesus belum mati gantikan secara literal, bisa lihat Yesus nanti melalui domba yang mati.
Harus ada iman yang belum mati melalui lambang.
Karna Yesus belum mati makanya perlu iman akan kematianNya nanti, lewat lambang yang akan mati; begitulah caranya untuk orang yang hidup sebelum kayu salib diselamatkan.

A MORE SURE WORD OF PROPHECY 2026.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THREE ENTITIES: UNDERSTANDING ROMANS 7

WHAT IS FAITH?

ADD TO YOUR FAITH