Blotted Out and Nailed to the Cross: The Law of Moses is the Law of God

MORNING WORSHIP, Thursday, March 12, 2026

Kenapa kita belajar Alkitab?

Karena Alkitab adalah kebenaran.

Dan kita telah berdosa (tidak ada yang benar).

Sementara itu, Alkitab adalah pengungkapan isi hati dan karakter Tuhan.

Sehingga, saat belajar Alkitab, 0% pendapat saya yang berlaku, dan 10% saya terima dari Alkitab.

Saya tahu Alkitab itu benar, tapi dari mana saya tahu itu benar?

Apakah boleh saya menggunakan pendapat saya sendiri untuk menentukan arti sesuatu? Tidak bisa.

Karena kalau saya menggunakan pendapat saya sendiri, ada bagian di mana saya tidak perlu Alkitab untuk mengartikannya, seolah-olah saya sudah tahu segalanya.

Semua harus diuji berdasarkan standar kebenaran, yaitu Firman Tuhan.

Berbahaya jika memaksakan pendapat kita agar cocok dengan Alkitab.

Kita tidak peduli apa kata orang, kita peduli apa yang Alkitab katakan.

Cara belajar yang tepat adalah membiarkan Alkitab menjelaskan dirinya sendiri.

Dan tidak membiarkan diri kita yang hilang mendikte apa yang benar dan apa yang salah.

 

2 Corinthians 3:13 (KJV)

And not as Moses, which put a vail over his face, that the children of Israel could not stedfastly look to the end of that which is abolished:

 

Ayat ini bicara tentang APA?

Musa menutup wajahnya terhadap orang Israel, karena orang Israel... (kalimat terputus, mungkin maksudnya: karena keterbatasan atau kondisi orang Israel).

Jadi Musa menutup wajahnya bukan karena dia silau, tetapi karena orang lain yang silau.

 

Apa yang orang-orang Israel tidak bisa lihat? The end (ujungnya/kesudahannya).

Apa itu the end? Kita tidak tahu.

Apa yang saya ketahui tentang the end? Sesuatu yang saya ketahui adalah the end itu adalah akhir dari sesuatu yang ditiadakan.

Apa yang mereka bisa lihat? (Ganti pertanyaannya).

Apa di ayat ini yang bukan merupakan hal yang tidak bisa mereka lihat? Yang Dia abolished (ditiadakan).

The end ada hubungannya dengan yang di-abolished (ditiadakan).

Dari sesuatu yang ditiadakan, ada sesuatunya yang tidak kelihatan.

 

Kita mau cari tahu the end:

Tapi kita perlu mencari tahu Apa yang di-abolished? (Yang ada hubungannya dengan the end).

 

Colossians 2:14 (KJV)

Blotting out the handwriting of ordinances that was against us, which was contrary to us, and took it out of the way, nailing it to his cross;

 

Ada yang di-blotted out?

Blotted out artinya ditiadakan.

Yang di-blotted out ini disingkirkan dan dipakukan ke kayu salib.

Kata lain blotting out adalah abolished = took it out of the way = nailing it to his cross.

"It" adalah yang di-taken away (diambil alih/disingkirkan).

Apa yang di ayat ini yang dipakukan ke kayu salib? It.

Apa itu It? The handwriting of ordinances.

Belum dapat ide mengenai apa itu the end!

Pertanyaan kita sekarang ialah: Apa itu the handwriting of ordinances?

Yang di-blotted out adalah yang tertulis di kertas.

Apakah kertasnya yang di-blotted out? Tidak.

Artinya yang di-blotted adalah yang tertulis di kertas itu.

Tulisan dari peraturan-peraturan itulah yang ditiadakan. Pertanyaannya: tulisan apa yang ditiadakan?

Tulisannya di kertas itu dibuat tidak berarti (none effect).


Apa handwriting yang di-abolished?

Deuteronomy 31:24-26 (KJV)

And it came to pass, when Moses had made an end of writing the words of this law in a book, until they were finished,

That Moses commanded the Levites, which bare the ark of the covenant of the LORD, saying,

Take this book of the law, and put it in the side of the ark of the covenant of the LORD your God, that it may be there for a witness against thee.

Musa selesai menulis, dan yang dia tulis adalah kata-kata ini di dalam sebuah buku.

Artinya dia menulis sesuatu di dalam buku.

Buku ini diletakkan di samping tabut perjanjian menjadi saksi against (saksi bahwa kamu salah), BUKAN saksi for (yang membela kesalahanmu).

Artinya yang tertulis di buku hukum itu mendikte kamu salah atau benar.

Apa yang kamu buat salah didikte oleh apa yang benar dan apa yang salah.

 

Yang tertulis di buku hukum menjadi saksi bisu kalau kamu melanggar.

Waktu kamu melanggar, kamu tidak dihadapkan ke tukang jual roti, karena dia bukan hukum, melainkan dibawa ke hukum yang menjadi saksi bahwa kamu melanggar.

Against: saksi yang berlawanan dengan saya.

Ada sesuatu yang tertulis dalam buku hukum. Ini bukan dua loh batu, loh ini buku hukum.

Buku hukum ditulis oleh Musa, sementara dua loh batu ditulis oleh Tuhan.

Buku yang menyatakan kamu bersalah, yang ditulis Musa, itulah yang di-blotted out, disingkirkan, dipakukan ke kayu salib, dan di-abolished.

Artinya kalau saya melanggar apa yang tertulis di buku hukum ini, saya dibilang salah.

Waktu dipakukan ke kayu salib, yang dulunya dibilang salah, tidak dibilang salah lagi.

Setelah kayu salib, yang dulunya tidak boleh, sekarang boleh dong? (Sejauh ini, iya).

Blessings for Obedience

Leviticus 26:1-13

Kalau statutes (peraturan) tidak dilanggar, saya diberkati.

Apakah karena sudah dipakukan ke kayu salib? Apakah tidak apa-apa melanggar statutes? Tidak.

 

Punishment of Disobedience

Leviticus 26:14

Kalau melanggar perkataan Tuhan, saya akan dihukum 7 kali lipat. Ini sebelum kayu salib.

Apakah setelah kayu salib artinya saya boleh tidak mendengar perkataan Tuhan? Tidak.

Bukankah yang ditulis Musa dipakukan ke kayu salib?

Apa yang kamu tahu mengenai apa yang Musa tulis?


Apa bahasa Yunani-nya handwriting (tulisan tangan)?

Kembali ke Colossians 2:14:

G5498 Cheirographon: a legal document or bond (dokumen hukum atau ikatan).

Jubilee Version: The bill (tagihan).

ISV Version: The charges (tuduhan).

ESV: The record of death (catatan kematian).

 

Apa death (kematian) di sini? Hutang.

Apa record (catatan)? Catatan yang ditulis oleh tangan.

Artinya yang ditiadakan adalah catatan hutang saya.

Dan waktu Tuhan Yesus membayar hutang itu di kayu salib, saya tidak berhutang lagi.

Apakah ada hutang manusia kepada Tuhan? Ada, yaitu: kehidupan.

Genesis 2:17: Makan, maka mati (berhutang nyawa).

Kalau hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa, saya mati.

Artinya Tuhan Yesus mati di kayu salib, padahal Dia tidak berdosa. Tuhan Yesus memikul hutang saya di kayu salib, di mana hutang saya dibayar lunas saat Dia mati.

 

1 John 3:4 (KJV)

Whosoever committeth sin transgresseth also the law: for sin is the transgression of the law.

Kita ke sini untuk melihat apa itu dosa dan apa yang dilanggar? Dosa adalah pelanggaran hukum.

Melanggar hukum = berdosa.

 

Berdosa ujungnya apa?

Romans 6:23 (KJV)

For the wages of sin is death; but the gift of God is eternal life through Jesus Christ our Lord.

Dosa adalah "pekerjaan" saya.

Hasil "pekerjaan" saya ialah mati (upahnya).

 

Jadi kalau Tuhan tidak membinasakan, artinya Tuhan tidak membayar upah kepada orang yang bekerja. Padahal Tuhan setia memberikan atau membayar upah kematian saya, sebagaimana Tuhan setia mengampuni—kecuali kamu mengakui-Nya, maka kamu diampuni karena Anak-Nya yang mati untuk kamu.

Hukum yang against me (berlawanan dengan saya) berkata: saya telah berdosa dan upahnya harus mati. Dan catatannya ditiadakan karena Tuhan Yesus yang mati.


Apa yang di-abolished atau apa yang di-blotted out?

Isaiah 44:22 (KJV)

I have blotted out, as a thick cloud, thy transgressions, and, as a cloud, thy sins: return unto me; for I have redeemed thee.

Yang di-blotted out adalah transgression (pelanggaran) atau dosa-dosa kita.

Dosa menghasilkan kematian.

 

2 Timothy 1:10 (KJV)

But is now made manifest by the appearing of our Saviour Jesus Christ, who hath abolished death, and hath brought life and immortality to light through the gospel:

Yang di-abolished adalah kematian.

Apa yang tertulis di buku hukum ialah: kalau kamu melanggar, kamu berdosa dan kamu mati. Ini yang ditulis oleh Musa.

Sementara di 1 John 3:4, berdosa adalah melanggar hukum.

 

Hukum siapa yang dilanggar?

Romans 7:7 (KJV)

What shall we say then? Is the law sin? God forbid. Nay, I had not known sin, but by the law: for I had not known lust, except the law had said, Thou shalt not covet.

Saya tahu dosa melalui hukum.

 

Hukum siapa?

Karena hukum berkata: Jangan kamu covet (menghendaki/mengingini).

Di mana yang berkata "Jangan kamu covet"?

Exodus 20:17 (KJV)

Thou shalt not covet thy neighbour's house, thou shalt not covet thy neighbour's wife, nor his manservant, nor his maidservant, nor his ox, nor his ass, nor any thing that is thy neighbour's.

Thou shalt not covet adalah hukum ke-10 dari 10 hukum.

Artinya ini adalah hukum moral Tuhan.

Artinya upah melanggar hukum Tuhan adalah kematian.

 

Genesis 2:17 (KJV)

But of the tree of the knowledge of good and evil, thou shalt not eat of it: for in the day that thou eatest thereof thou shalt surely die.

Makan = berdosa, upahnya mati.

 

Genesis 3:4 (KJV)

And the serpent said unto the woman, Ye shall not surely die:

Lalu setan berkata: Tidak, upah dosa bukan kematian.

Tetapi kita tahu itu salah, dan catatan upah dosanya dipakukan oleh Tuhan Yesus ke kayu salib.

Tapi itu hukum Musa, dan ini juga hukum Musa.

 

Exodus 20:1-17 (KJV)

And God spake all these words, saying,

I am the LORD thy God, which have brought thee out of the land of Egypt, out of the house of bondage.

Thou shalt have no other gods before me.

Thou shalt not make unto thee any graven image, or any likeness of any thing that is in heaven above, or that is in the earth beneath, or that is in the water under the earth:

Thou shalt not bow down thyself to them, nor serve them: for I the LORD thy God am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers upon the children unto the third and fourth generation of them that hate me,

And shewing mercy unto thousands of them that love me, and keep my commandments.

Thou shalt not take the name of the LORD thy God in vain; for the LORD will not hold him guiltless that taketh his name in vain.

Remember the sabbath day, to keep it holy.

Six days shalt thou labour, and do all thy work:

But the seventh day is the sabbath of the LORD thy God: in it thou shalt not do any work, thou, nor thy son, nor thy daughter, thy manservant, nor thy maidservant, nor thy cattle, nor thy stranger that is within thy gates:

For in six days the LORD made heaven and earth, the sea, and all that in them is, and rested the seventh day: wherefore the LORD blessed the sabbath day, and hallowed it.

Honour thy father and thy mother: that thy days may be long upon the land which the LORD thy God giveth thee.

Thou shalt not kill.

Thou shalt not commit adultery.

Thou shalt not steal.

Thou shalt not bear false witness against thy neighbour.

Thou shalt not covet thy neighbour's house, thou shalt not covet thy neighbour's wife, nor his manservant, nor thy maidservant, nor his ox, nor his ass, nor any thing that is thy neighbour's.

Itulah 10 hukum.

 

Exodus 20:14 (KJV)

Thou shalt not commit adultery.

Ambil Exodus 20:14 yaitu: jangan kamu berzinah.

Dan ini adalah hukum Tuhan.

Dan kalau kamu melanggar, kamu berdosa dan harus mati.

 

John 8:4-5 (KJV)

They say unto him, Master, this woman was taken in adultery, in the very act.

Now Moses in the law commanded us, that such should be stoned: but what sayest thou?

Ada orang yang kedapatan melanggar hukum ke-7.

Lalu orang Farisi berkata: Apakah hukum Tuhan bilang yang kedapatan berzinah harus dilempari batu? Tidak. Yang dikatakan orang Farisi ialah hukum Musa bilang yang kedapatan berzinah harus dilempari batu.

Artinya yang Musa tulis itu adalah hukum Tuhan dong.

Artinya yang ditulis Musa adalah hukum Tuhan.

Artinya Musa tidak menulis yang berbeda dari hukum Tuhan.

Yang dipakukan adalah catatan hutang saya, yaitu: Dosa dan kematian.

Hukum Musa:

Karena Tuhan mengomunikasikan kepada Musa, dan Musalah yang menulis.

Artinya yang dipakukan ke kayu salib adalah hukum Musa yang tidak ada urusannya dengan Tuhan? Tidak.

Artinya kesimpulan sejauh ini: Hukum Musa adalah hukum Tuhan.

 

Exodus 20 ini bicara tentang 10 hukum yang diberikan setelah keluar dari Mesir.

Apa Mesir?

Exodus 20:2 (KJV)

I am the LORD thy God, which have brought thee out of the land of Egypt, out of the house of bondage.

Rumah perbudakan.

Budak itu tidak bisa tidak melakukan kemauan tuannya.

Tuhan tidak mau memperbudak makhluk yang diciptakan-Nya.

Yang mau memperbudak saya adalah setan.

Yang setan inginkan dari saya sebagai budak ialah saya berdosa.

"Melakukan kemauan tuan saya, bukan kemauan saya sendiri"—itulah definisi budak.

Waktu mereka keluar dari Mesir, apakah itu artinya mereka sudah mantap dalam menuruti 10 hukum-Nya? Tidak, mereka justru mantap dalam melanggar hukum-Nya.

Seorang budak yang sudah ratusan tahun menjadi budak, gaya pikirnya adalah gaya pikir budak.

Dan mereka sudah sangat mencampuradukkan cara ibadahnya dengan gaya Mesir, sehingga mereka tidak bisa menurut hukum Tuhan.

Jadi mereka dibawa keluar agar mereka bisa berubah, bukan karena mereka sudah bisa lalu dibawa keluar.

Dibawa keluar bukan artinya sudah cukup untuk masuk tanah perjanjian.

Oleh sebab itu, iman perlu bertumbuh.

Untuk keluar butuh iman, tetapi untuk menurut hukum perlu beriman.

Waktu mereka keluar, Tuhan memberikan 10 hukum.


Revelation 6:14-17 (KJV)

And the heaven departed as a scroll when it is rolled together; and every mountain and island were moved out of their places.

And the kings of the earth, and the great men, and the rich men, and the chief captains, and the mighty men, and every bondman, and every free man, hid themselves in the dens and in the rocks of the mountains;

And said to the mountains and rocks, Fall on us, and hide us from the face of him that sitteth on the throne, and from the wrath of the Lamb:

For the great day of his wrath is come; and who shall be able to stand?

Di Revelation 6, ada orang-orang yang lebih memilih ditimpa batu daripada melihat kemuliaan-Nya.

Hukum Tuhan adalah pengungkapan karakter Tuhan secara tertulis.

Tuhan berfirman: apa yang keluar dari mulut-Nya adalah kudus (holy).

Karakter-Nya setara dengan hukum-Nya.


Exodus 20:18-19 (KJV)

And all the people saw the thunderings, and the lightnings, and the noise of the trumpet, and the mountain smoking: and when the people saw it, they removed, and stood afar off.

And they said unto Moses, Speak thou with us, and we will hear: but let not God speak with us, lest we die.

Saat Tuhan mengungkapkan hukum, orang berdosa merasa takut.

Karena hukum itu mengungkapkan dosa, dan Tuhan ingin menolong mereka agar berhenti berdosa.

Mereka tidak bisa mendengar suara Tuhan.

Tetapi Musa bisa, meskipun mereka merasa takut.


Exodus 20:21 (KJV)

And the people stood afar off, and Moses drew near unto the thick darkness where God was.

Ayat 21: the people stood afar off (orang-orang berdiri jauh) — ingat orang kusta.

Artinya dosa memisahkan manusia dari Tuhan, dan dosa dilambangkan dengan kusta, atau kusta melambangkan dosa.

 

Exodus 20:21-26 (KJV)

And the people stood afar off, and Moses drew near unto the thick darkness where God was.

And the LORD said unto Moses, Thus thou shalt say unto the children of Israel, Ye have seen that I have talked with you from heaven.

Ye shall not make with me gods of silver, neither shall ye make unto you gods of gold.

An altar of earth thou shalt make unto me, and shalt sacrifice thereon thy burnt offerings, and thy peace offerings, thy sheep, and thine oxen: in all places where I record my name I will come unto thee, and I will bless thee.

And if thou wilt make me an altar of stone, thou shalt not build it of hewn stone: for if thou lift up thy tool upon it, thou hast polluted it.

Neither shalt thou go up by steps unto mine altar, that thy nakedness be not discovered thereon.

 

Ayat 22-26 dan seluruh pasal 21:

Tuhan memberikan hukum penghakiman (judgment) setelah Tuhan memberikan 10 hukum.

Musalah yang menulis hukum penghakiman itu dengan tangannya sendiri, makanya hukum Musa adalah hukum Tuhan.


The Law of Judgment and Other Laws

Hukum Musa adalah hukum yang ditulis oleh Musa, dan yang menyampaikannya adalah Tuhan. 

Setelah 10 hukum diberikan, apakah ada hukum lain yang diucapkan langsung oleh Tuhan? Tidak.

Kitab Kejadian sampai Ulangan adalah kitab yang ditulis oleh Musa.

 

Exodus 23

Exodus 23:1-2 (KJV)

Thou shalt not raise a false report: put not thine hand with the wicked to be an unrighteous witness.

Thou shalt not follow a multitude to do evil; neither shalt thou speak in a cause to decline after many to wrest judgment:

Ini berbicara mengenai penghakiman (judgment).


Exodus 23:14-17 (KJV)

Three times thou shalt keep a feast unto me in the year.

Thou shalt keep the feast of unleavened bread: (thou shalt eat unleavened bread seven days, as I commanded thee, in the time appointed of the month Abib; for in it thou camest out from Egypt: and none shall appear before me empty:)

And the feast of harvest, the firstfruits of thy labours, which thou hast sown in the field: and the feast of ingathering, which is in the end of the year, when thou hast gathered in thy labours out of the field.

Three times in the year all thy males shall appear before the Lord GOD.

Perayaan-perayaan (feast) adalah peraturan (statutes).

 

Old Covenant

Exodus 24:8 (KJV)

And Moses took the blood, and sprinkled it on the people, and said, Behold the blood of the covenant, which the LORD hath made with you concerning all these words.

 

Exodus 25-30 berbicara tentang Tempat Suci (Sanctuary):

1. Kaabah di bumi

2. Korban-korban domba di bumi

3. Keimamatan orang Lewi

 

Ketiganya berakhir pada jam ke-3 di tahun 31 Masehi.

Exodus 25-30: Hukum Upacara (Ceremonial Law). 


Apa yang ditulis Musa:

1. Hukum Penghakiman (Judgment)

2. Peraturan (Statutes)

3. Hukum Upacara (Ceremonial Law)

 

Hukum Upacara melibatkan kematian domba.

Itu menunjuk kepada apa yang akan terjadi kelak (dosa yang akan dipikul oleh Tuhan Yesus).

Meskipun orang sudah bisa menerima manfaatnya sebelum peristiwa kayu salib.


A MORE SURE WORD OF PROPHECY 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THREE ENTITIES: UNDERSTANDING ROMANS 7

WHAT IS FAITH?

ADD TO YOUR FAITH