THE PARABLE OF THE TEN VIRGINS (MATTHEW 25)

 SABBATH SERMON, Saturday, March 28, 2026.

Perumpamaan 10 anak darah di Buku Matius 25:1-10.


I am often referred to the parable of the ten virgins, five of whom were wise, and five foolish. This parable has been and will be fulfilled to the very letter, Rh August 19, 1890, par.3

Saya sering dirujuk pada perumpamaan tentang sepuluh gadis perawan, lima di antaranya bijak dan lima lainnya bodoh. Perumpamaan ini telah dan akan digenapi sepenuhnya, Rh 19 Agustus 1890, par.3

Mrs.White bilang : Perumpamaan 10 anak dara (5 yang bijaksana dan 5 yang bodoh) ini sudah digenapi dan akan digenapi lagi to the very letter (100% polanya terulang kembali), dia menulis tulisan ini tahun 1890.

Artinya sebelum tahun1890 sudah digenapi perumpamaan 10 anak dara ini; dan akan digenapi lagi di setelah tahun1890.

Each of the ancient prophets spoke less for their own time than for ours, so that their prophesying is in force for us.3SM 338.1

Setiap nabi zaman dahulu berbicara lebih untuk zaman kita daripada untuk zaman mereka sendiri, sehingga nubuat mereka tetap berlaku bagi kita.3SM 338.1

Setiap nabi-nabi yang dahulu kalaYang nubuatan nabi-nabi dahulu kala, waktu mereka bernubuat atau waktu mereka berbicara, yang mereka ucapkan sebenarnya lebih berlaku di zaman kita dibandingkan dengan di zaman mereka.

Sehingga nubuatan mereka lebih aplikasinya berlaku di zaman kita daripada zaman mereka.
Artinya semua nubuatan-nubuatan yang sudah pernah terjadi dulu sebenarnya menunjukkan kepada kita yang hidup di akhir zaman, khususnya setelah 1890, kalau berbicara mengenai 10 anak dara di Matius 25.


Ecc 1:9 The thing that hath been, it [is that] which shall be; and that which is done [is] that which shall be done: and [there is] no new [thing] under the sun.

Hal-hal yang sudah pernah terjadi (sebelum tahun 1890) adalah yang akan terjadi atau akan terulang kembali to the very letter setelah tahun 1890.
Hal-hal yang pernah terjadi dulu akan terjadi kembali di zaman kita dan polanya 100%, karna dibilang to the very letter.


The parable of the ten virgins of Matthew 25 also illustrates the experience of the Adventist people. GC 393.2

Perumpamaan tentang sepuluh perawan dalam Matius 25 juga menggambarkan pengalaman umat Advent. GC 393.2

The coming of Christ, as announced by the first angel’s message, was understood to be represented by the coming of the bridegroom. The widespread reformation under the proclamation of His soon coming, answered to the going forth of the virgins. GC 393.4

Kedatangan Kristus, sebagaimana diumumkan oleh pesan malaikat pertama, dipahami sebagai representasi dari kedatangan mempelai pria. Reformasi yang meluas di bawah pemberitaan tentang kedatangan-Nya yang segera, sesuai dengan keluarnya para perawan. GC 393.4

1stAM: 
Perumpamaan mengenai 10 anak dara dari Matius 25 berlaku JUGA untuk pengalaman orang-orang Advent.
JUGA artinya berlaku JUGA bagi bukan orang Advent, tetapi JUGA berlaku bagi orang Advent.
Jadi bukan hanya orang Advent saja yang menggenapi nubuatan Matius 25, tetapi orang Advent JUGA menggenapi nubuatan Matius 25.

KedatanganNya Kristus yang dikumandangkan oleh 1st AM, dimengerti sebagai yang dikatakan di Matius 25 the coming of the bridegroom (diilustrasikan oleh 10 anak dara).

Mrs.White di kutipan GC 393 sedang mengutip Matthew 25:1.


Matthew 25:1 Then shall the kingdom of heaven be likened unto ten virgins, which took their lamps, and went forth to meet the bridegroom. 

Matthew 25:2 And five of them were wise, and five [were] foolish. 

The coming of Christ, as announced by the first angel’s message, was understood to be represented by the coming of the bridegroom. The widespread reformation under the proclamation of His soon coming, answered to the going forth of the virgins. GC 393.4

Kedatangan Kristus, sebagaimana diumumkan oleh pesan malaikat pertama, dipahami sebagai representasi dari kedatangan mempelai pria. Reformasi yang meluas di bawah pemberitaan tentang kedatangan-Nya yang segera, sesuai dengan keluarnya para perawan. GC 393.4

Matthew 25:1 Then shall the kingdom of heaven be likened unto ten virgins, which took their lamps, and went forth to meet the bridegroom. 

Revelation 14:7 Saying with a loud voice, Fear God, and give glory to him; for the hour of his judgment is come: and worship him that made heaven, and earth, and the sea, and the fountains of waters.

Waktu mereka Went Forth mengenai Tuhan Yesus sudah mau datang = mereka mengabarkan 1st AM (Rev 14:7 Fear God and give glory to Him).

Kapan 1st AM dikabarkan?

The parable of the ten virgins of Matthew 25 also illustrates the experience of the Adventist people. GC 393.2

Perumpamaan tentang sepuluh perawan dalam Matius 25 juga menggambarkan pengalaman umat Advent. GC 393.2

The coming of Christ, as announced by the first angel’s message, was understood to be represented by the coming of the bridegroom. The widespread reformation under the proclamation of His soon coming, answered to the going forth of the virgins. GC 393.4

Kedatangan Kristus, sebagaimana diumumkan oleh pesan malaikat pertama, dipahami sebagai representasi dari kedatangan mempelai pria. Reformasi yang meluas di bawah pemberitaan tentang kedatangan-Nya yang segera, sesuai dengan keluarnya para perawan. GC 393.4

He began to present his views in private as he had opportunity, praying that some minister might feel their force and devote himself to their promulgation. But he could not banish the conviction that he had a personal duty to perform in giving the warning. The words were ever recurring to his mind: “Go and tell it to the world; their blood will I require at thy hand.” For nine years he waited, the burden still pressing upon his soul, until in 1831 he for the first time publicly gave the reasons of his faith. GC 330.2

Ia mulai menyampaikan pandangannya secara pribadi setiap kali ada kesempatan, berdoa agar beberapa pendeta merasakan kekuatan pandangannya dan mengabdikan diri untuk menyebarluaskannya. Namun ia tidak dapat menghilangkan keyakinan bahwa ia memiliki kewajiban pribadi untuk memberikan peringatan tersebut. Kata-kata itu selalu terngiang di benaknya: “Pergilah dan beritakanlah kepada dunia; darah mereka akan Kupertanggungjawabkan melalui tanganmu.” Selama sembilan tahun ia menunggu, beban itu masih menekan jiwanya, hingga pada tahun 1831 ia untuk pertama kalinya secara terbuka menyampaikan alasan imannya. GC 330.2

Jadi W.Miller mulai membagikan pandangannya secara private setiap kali diberikan kesempatan; tetapi dia selalu mendengar suara dalam hatinya: Pergi dan kabarkan ke seluruh dunia (Go and tell it to the world).
Karna mereka punya darah saya akan tuntut kepada kamu, kalau kamu tidak mengabarkan pekabaran ini kepada seluruh dunia (Ezekiel 3).

Dan dia menunggu selama 9 tahun setelah dia mendengarkan suara dalam hatinya.
Dan selama 9 tahun dia tidak bikin apa-apa dan bebannya tambah lama, tambah mendesak.
Akhirnya tahun 1831 untuk pertama kalinya dia mengabarkan pekabaran ini secara public tahun 1831.
Kalau Tuhan Yesus mulai public ministrynya tahun 27AD setelah dia di baptis.


I saw a number of companies that seemed to be bound together by cords. Many in these companies were in total darkness; their eyes were directed downward to the earth, and there seemed to be no connection between them and Jesus. But scattered through these different companies were persons whose countenances looked light, and whose eyes were raised to heaven. EW 240.1

Aku melihat sejumlah kelompok yang tampaknya terikat bersama oleh tali. Banyak di antara kelompok-kelompok ini berada dalam kegelapan total; mata mereka tertuju ke bawah, ke bumi, dan tampaknya tidak ada hubungan antara mereka dan Yesus. Tetapi tersebar di antara kelompok-kelompok yang berbeda ini ada orang-orang yang wajahnya tampak berseri-seri, dan mata mereka terangkat ke surga. EW 240.1

Mrs.White bilang: dia melihat ada kelompok orang-orang yang sepertinya terikat oleh tali.
Banyak daripada kelompok ini berada di dalam kegelapan.
Kegelapan ini bicara mengenai moral darkness.
Mata mereka melihat ke bumi dan sepertinya tidak ada koneksi dengan Tuhan Yesus.

Di Zaman W.Miller ada gereja-gereja Protestan yang di dalam kegelapan (moral darkness - tidak ada living connection dengan surga atau Kristus).
Greja-gereja Protestan yang keluar dari kepausan setelah tahun 1798.
Tetapi beberapa tempat yang terpisah, ada beberapa wajah orang yang nampaknya tidak di dalam kegelapan total (ada unsur terang; dan ada living connection dengan surga).


Beams of light from Jesus, like rays from the sun, were imparted to them. An angel bade me look carefully, and I saw an angel watching over every one of those who had a ray of light, while evil angels surrounded those who were in darkness. I heard the voice of an angel cry, “Fear God, and give glory to Him; for the hour of His judgment is come.” EW 240.1

Sinar terang dari Yesus, seperti sinar matahari, diberikan kepada mereka. Seorang malaikat menyuruhku memperhatikan dengan saksama, dan aku melihat seorang malaikat menjaga setiap orang yang memiliki sinar terang, sementara malaikat-malaikat jahat mengelilingi orang-orang yang berada dalam kegelapan. Aku mendengar suara seorang malaikat berseru, “Takutlah akan Allah, dan muliakanlah Dia, karena saat penghakiman-Nya telah tiba.” EW 240.1

The words were ever recurring to his mind: “Go and tell it to the world; their blood will I require at thy hand.” For nine years he waited, the burden still pressing upon his soul, until in 1831 he for the first time publicly gave the reasons of his faith. GC 330.2

 Kata-kata itu selalu terngiang di benaknya: “Pergilah dan beritakanlah kepada dunia; darah mereka akan Kupertanggungjawabkan melalui tanganmu.” Selama sembilan tahun ia menunggu, beban itu masih menekan jiwanya, hingga pada tahun 1831 ia untuk pertama kalinya secara terbuka menyampaikan alasan imannya. GC 330.2

Jadi mereka yang ada terang tadi, sekarang dapat terang yang lebih besar, karna mereka menerima pekabaran yang diterima oleh W.Miller.
Malaikat surga menjaga orang-orang ini.
Sementara malaikat jahat sedang menjaga orang-orang yang gelap, supaya tetap gelap.
Sementara malaikat Tuhan sedang menjaga orang-orang yang terang, supaya tetap terang.


Beams of light from Jesus, like rays from the sun, were imparted to them. An angel bade me look carefully, and I saw an angel watching over every one of those who had a ray of light, while evil angels surrounded those who were in darkness. I heard the voice of an angel cry, “Fear God, and give glory to Him; for the hour of His judgment is come.” EW 240.1

Sinar terang dari Yesus, seperti sinar matahari, diberikan kepada mereka. Seorang malaikat menyuruhku memperhatikan dengan saksama, dan aku melihat seorang malaikat menjaga setiap orang yang memiliki sinar terang, sementara malaikat-malaikat jahat mengelilingi orang-orang yang berada dalam kegelapan. Aku mendengar suara seorang malaikat berseru, “Takutlah akan Allah, dan muliakanlah Dia, karena saat penghakiman-Nya telah tiba.” EW 240.1

The words were ever recurring to his mind: “Go and tell it to the world; their blood will I require at thy hand.” For nine years he waited, the burden still pressing upon his soul, until in 1831 he for the first time publicly gave the reasons of his faith. GC 330.2

Kata-kata itu selalu terngiang di benaknya: “Pergilah dan beritakanlah kepada dunia; darah mereka akan Kupertanggungjawabkan melalui tanganmu.” Selama sembilan tahun ia menunggu, beban itu masih menekan jiwanya, hingga pada tahun 1831 ia untuk pertama kalinya secara terbuka menyampaikan alasan imannya. GC 330.2

Terang menderang datang dari Tuhan Yesus seperti terang matahari yang menyinari mereka.
Mereka yang ada terang kecil tadi, sekarang dapat terang yang lebih besar.

Jadi pekabaran W.Miller ini mereka terima, karna hati mereka terbuka.
Dan oleh sebab itu waktu mereka menerima pekabaran William Miller, mereka sekarang lebih terang lagi sebagaimana yang tadinya tidak seterang ini, karna mereka menerima pekabaran yang dikabarkan oleh W.Miller, yaitu pekabaran malaikat pertama.

Malaikat bilang kepada saya: coba lihat dengan teliti kepada saya dan saya melihat malaikat surga sedang menjaga orang-orang ini.

Sementara malaikat-malaikat jahat sedang mengelilingi orang-orang yang berada di dalam kegelapan.
Jadi malaikat setan sedang menjaga orang-orang yang ada di kegelapan, supaya tetap gelap.
Dan malaikat surga sedang menjaga orang-orang yang ada di terang, supaya tetap terang.

Dan setelah itu, saya mendengar suara malaikat pertama berseru: fear God, and give glory to Him, for the hour of his Judgment is come.
Setelah mereka terima itu, mereka mengabarkan pekabaran 1st Am di dalam gereja yang sedang berada di dalam kegelapan.

Tahun 1831 W.Miller sudah mengabarkan secara private dan sekarang dia sudah mengabarkannya secara public dan publicnya ada yang respon, ini hasil public ministrynya; dan mereka terima, dan waktu mereka terima, mereka kabarkan pekabaran yang mereka terima, yaitu: kedatangan Tuhan Yesus (1st AM).


A glorious light then rested down upon these companies, to enlighten all who would receive it. Some of those who were in darkness received the light and rejoiced. Others resisted the light from heaven, saying that it was sent to lead them astray. The light passed away from them, and they were left in darkness. Those who had received the light from Jesus joyfully cherished the increase of precious light which was shed upon them. Their faces beamed with holy joy, while their gaze was directed upward to Jesus with intense interest, and their voices were heard in harmony with the voice of the angel, “Fear God, and give glory to Him; for the hour of His judgment is come.” EW 240.2

Kemudian, cahaya yang mulia menyinari rombongan-rombongan itu, untuk menerangi semua orang yang mau menerimanya. Sebagian dari mereka yang berada dalam kegelapan menerima cahaya itu dan bersukacita. Sebagian lainnya menolak cahaya dari surga itu, dengan mengatakan bahwa cahaya itu dikirim untuk menyesatkan mereka. Cahaya itu berlalu dari mereka, dan mereka tetap berada dalam kegelapan. Mereka yang telah menerima cahaya dari Yesus dengan sukacita memelihara peningkatan cahaya berharga yang dicurahkan kepada mereka. Wajah mereka berseri-seri dengan sukacita kudus, sementara pandangan mereka tertuju ke atas kepada Yesus dengan penuh minat, dan suara mereka terdengar selaras dengan suara malaikat, “Takutlah akan Allah, dan muliakanlah Dia, karena saat penghakiman-Nya telah tiba.” EW 240.2

Terang yang mulia ini yang diterima oleh orang-orang ini ialah orang-orang lain di dalam gereja-gereja protestan yang sudah gelap.
Dan ada orang-orang yang didalam kegelapan menerima terang ini (tambah terang).
Tetapi ada orang-orang yang tolak pekabaran dari surga ini.
Dengan mengatakan: hati-hati ini adalah ajaran sesat.
Mereka yang menerima terang ini dari Tuhan Yesus, mereka bersukacita dengan terang yang mereka terima yang mereka bagikan kepada orang lain, wajah mereka diterangi dengan sukacita.
Sementara mereka melihat ke atas kepada Tuhan Yesus dengan sukacita dan suara-suara mereka harmoni dengan pekabaran malaikat pertamal

W.MILLER MEMBERIKAN PEKABARAN, LALU ADA YANG TERIMA.
LALU yang TERIMA MENGABARKAN, LALU ada yang TERIMA LAGI.
LALU yang TERIMA SEMUANYA, SEKARANG MENGABARKAN kepada ORANG-ORANG yang di dalam gereja itu.


Matthew 25:1 Then shall the kingdom of heaven be likened unto ten virgins, which took their lamps, and went forth to meet the bridegroom. 

Matthew 25:2 And five of them were wise, and five [were] foolish. 

The coming of Christ, as announced by the first angel’s message, was understood to be represented by the coming of the bridegroom. The widespread reformation under the proclamation of His soon coming, answered to the going forth of the virgins. GC 393.4

Kedatangan Kristus, sebagaimana diumumkan oleh pesan malaikat pertama, dipahami sebagai representasi dari kedatangan mempelai pria. Reformasi yang meluas di bawah pemberitaan tentang kedatangan-Nya yang segera, sesuai dengan keluarnya para perawan. GC 393.4

Ada 10 anak darah, yang semuanya went forth to meet the bridegroom dan semuanya siap bertemu dengan Tuhan Yesus diawan-awan dan semuanya mengabarkan pekabaran malaikat pertama.
Artinya dari yang kuning ini ada yang bijaksana dan ada yang bodoh.

Tetapi 5 yang bijaksana dan 5 yang bodoh.
Artinya dari 4 yang kuning ini ada yang bijaksana, ada yang bodoh di dalam gereja.
10 virgins: wise dan foolish.



As they raised this cry, I saw those who were in darkness thrusting them with side and with shoulder. EW 240.2

Saat mereka meneriakkan seruan itu, aku melihat orang-orang yang berada dalam kegelapan mendorong mereka dengan sisi dan bahu mereka. EW 240.2

Dan mereka, yaitu: wise and foolish didalam protestan yang darkness, lalu mereka menyerukan pekabaran malaikat pertama, lalu mereka mulai dianiaya oleh orang-orang di dalam gereja yang menolak pekabarannya.

Waktu W.Miller kabarkan, ada yang terima.
Lalu dari yang terima kabarkan, ada yang terima lagi.
Dan waktu semua kabarkan, ada penganiayaan.


As they raised this cry, I saw those who were in darkness thrusting them with side and with shoulder. EW 240.2

Saat mereka meneriakkan seruan itu, aku melihat orang-orang yang berada dalam kegelapan mendorong mereka dengan sisi dan bahu mereka. EW 240.2

Ada penganiayaan kepada wise and virgins oleh orang-orang yang menolak dari gereja-gereja yang gelap.
Pekabarannya dikabarkan di dalam untuk orang dalam.
Tidak ada yang kabarkan dari luar, mulainya dari dalam.


As they raised this cry, I saw those who were in darkness thrusting them with side and with shoulder. Then many who cherished the sacred light, broke the cords which confined them and stood out separated from those companies. EW 240.2

Ketika mereka meneriakkan seruan itu, aku melihat orang-orang yang berada dalam kegelapan mendorong mereka dari samping dan bahu. Kemudian banyak orang yang menghargai cahaya suci itu, memutuskan tali yang mengikat mereka dan berdiri terpisah dari kelompok-kelompok itu. EW 240.2

Banyak yang terima kebenaran ini, mereka putuskan hubungan mereka dengan teman-teman, human organization, human government, human rulership) 
Pekabaran dikabarkan, ada yang terima.
Tetapi dari semua yang terima ada yang bijaksana dan bodoh.
Dan waktu mereka mengabarkannya, ada terjadi penganiayaan.
Dan karna penganiayaan, mereka keluar.
Tidak ada panggilan dari luar, karna semuanya mulai dari dalam.


As they raised this cry, I saw those who were in darkness thrusting them with side and with shoulder. Then many who cherished the sacred light, broke the cords which confined them and stood out separated from those companies. EW 240.2

Ketika mereka meneriakkan seruan itu, aku melihat orang-orang yang berada dalam kegelapan mendorong mereka dari samping dan bahu. Kemudian banyak orang yang menghargai cahaya suci itu, memutuskan tali yang mengikat mereka dan berdiri terpisah dari kelompok-kelompok itu. EW 240.2

Ini separation pertama yang disebabkan, oleh karna penganiayaan.


Matthew 25:1 Then shall the kingdom of heaven be likened unto ten virgins, which took their lamps, and went forth to meet the bridegroom. 

Matthew 25:2 And five of them were wise, and five [were] foolish. 

Matthew 25:3 They that [were] foolish took their lamps, and took no oil with them: 

Matthew 25:4 But the wise took oil in their vessels with their lamps.

All had taken their lamps, the Bible, and by its light had gone forth to meet the Bridegroom. GC 393.4

Semua telah mengambil pelita mereka, Alkitab, dan dengan cahayanya telah pergi untuk menyambut Mempelai Pria. GC 393.4


Matthew 25:1 Then shall the kingdom of heaven be likened unto ten virgins, which took their lamps, and went forth to meet the bridegroom. 

Matthew 25:2 And five of them were wise, and five [were] foolish. 

Matthew 25:3 They that [were] foolish took their lamps, and took no oil with them: 

Matthew 25:4 But the wise took oil in their vessels with their lamps.

All had taken their lamps, the Bible, and by its light had gone forth to meet the Bridegroom. GC 393.4

Semua telah mengambil pelita mereka, Alkitab, dan dengan cahayanya telah pergi untuk menyambut Mempelai Pria. GC 393.4

Diluar ini ada wise dan foolish.
Walaupun semua mengabarkan pekabaran malaikat pertama.
Dan semuanya bawa mereka punya lamp, walaupun yang satu tidak ada minyak .
Dan lamp adalah alkitab.
Artinya mereka semua percaya Alkitab.
Mereka semua melakukan ini berdasarkan Alkitab.
Walaupun yang keluar dari-dari gereja protestan ini ada yang wise dan ada yang foolish.
Inilah kondisinya setelah mereka mengabarkan, dianiaya dan mereka keluar, mulai tahun 1831, walaupun ini bukan tahun 1831.


Matthew 25:1 Then shall the kingdom of heaven be likened unto ten virgins, which took their lamps, and went forth to meet the bridegroom. 

Matthew 25:2 And five of them were wise, and five [were] foolish. 

Matthew 25:3 They that [were] foolish took their lamps, and took no oil with them: 

Matthew 25:4 But the wise took oil in their vessels with their lamps.

All had taken their lamps, the Bible, and by its light had gone forth to meet the Bridegroom. GC 393.4

Semua telah mengambil pelita mereka, Alkitab, dan dengan cahayanya telah pergi untuk menyambut Mempelai Pria. GC 393.4

Semua yang percaya yang terdiri dari wise dan foolish berada diluar gereja-gereja protestan, mulai tahun 1831.
Sementara yang berada di dalam gereja protestan ini adalah semua yang tidak percaya berada di dalam kegelapan
Sekarang wise dan foolish berada diluar, yang tadi mulainya di dalam.
Yang di dalam dimulai oleh W.Miller yang masuk ke dalam dan mengabarkan 1st Am sejak tahun 1831.


The latter class had received the grace of God, the regenerating, enlightening power of the Holy Spirit, which renders His word a lamp to the feet and a light to the path. In the fear of God they had studied the Scriptures to learn the truth, and had earnestly sought for purity of heart and life. These had a personal experience, a faith in God and in His word, which could not be overthrown by disappointment and delay.GC 393.4

Golongan yang terakhir telah menerima kasih karunia Allah, kuasa Roh Kudus yang memperbarui dan menerangi, yang menjadikan firman-Nya sebagai pelita bagi kaki dan terang bagi jalan. Dalam takut akan Allah, mereka telah mempelajari Kitab Suci untuk mempelajari kebenaran, dan dengan sungguh-sungguh mencari kemurnian hati dan hidup. Mereka memiliki pengalaman pribadi, iman kepada Allah dan firman-Nya, yang tidak dapat digoyahkan oleh kekecewaan dan penundaan. GC 393.4

Wise dan foolish sama-sama percaya.
Perbedaannya wise dan foolish:
Wise telah menerima grace.
Grace adalah spirit, kuasa.
Mereka bisa mengerti roh kudus (the power of God unto salvation - injil), itulah yang membuat mereka ada minyak & terang, sehingga mereka bisa mengerti pekabaran mereka dan berdasarkan itu mereka keluar.
Dalam takut kepada Tuhan, mereka telah mempelajari Firman Tuhan untuk belajar apa itu benar dan dengan sungguh-sungguh mencari hati mereka untuk dimurnikan - ini yang wise (mereka mau murni, mereka mau menurut, mereka mau bersih hati mereka)
Yang wise ini memiliki pengalaman pribadi dengan Kristus bukan secara intelek saja.
Dan mereka ada iman terhadap God atau firmanNya.
Dan mereka tidak bisa ditumbangkan, seandainya ada kekecewaan atau penundaan waktu.
Artinya tunda waktu, kekecewaan, tidak akan membuat mereka kecewa dan mundur, karna mereka ada roh Kudus.
Dan mereka yang ada Roh Kudus, tidak ada carnal mind.


Others “took their lamps, and took no oil with them.” They had moved from impulse. Their fears had been excited by the solemn message, but they had depended upon the faith of their brethren, satisfied with the flickering light of good emotions, without a thorough understanding of the truth or a genuine work of grace in the heart. These had gone forth to meet the Lord, full of hope in the prospect of immediate reward; but they were not prepared for delay and disappointment. When trials came, their faith failed, and their lights burned dim. GC 393.4

Yang lain "mengambil pelita mereka, tetapi tidak membawa minyak bersama mereka." Mereka telah bertindak karena dorongan hati. Ketakutan mereka telah dipicu oleh pesan yang khidmat, tetapi mereka bergantung pada iman saudara-saudara mereka, merasa puas dengan cahaya samar emosi yang baik, tanpa pemahaman yang mendalam tentang kebenaran atau karya kasih karunia yang sejati di dalam hati. Mereka telah pergi untuk bertemu Tuhan, penuh harapan akan prospek pahala yang segera; tetapi mereka tidak siap menghadapi penundaan dan kekecewaan. Ketika cobaan datang, iman mereka goyah, dan cahaya mereka meredup. GC 393.4

Yang foolish, mereka bawa Alkitab mereka (lamps), tetapi tidak ada minyak (roh kudus), ada carnal mind.
Yang foolish bergerak hanya berdasarkan perasaan.
Muncul mereka punya rasa takut, gara-gara pekabaran yang mereka dengar.
Dan iman mereka, mereka gantungkan kepada orang lain (yang bijaksana).
Mereka tidak ada iman, tetapi mereka ikut rame.
Dan mereka sudah puas dengan terang yang sebenarnya tidak terang banget.
Mereka tau tentangTuhan Yesus sudah mau datang, tetapi mereka tidak bisa membuktikkan/mempertanggungjawabkan imannya, mereka hanya ikut-ikut rame.
Oleh sebab itu, penting untuk mengerti dan bisa mempertannggungjawabkan apa yang kita pelajari untuk tidak menjadi foolish virgins.
Yang foolish virgins tidak siap disaat ada penundaan atau kekecewaan.
Dan disaat datang trials, iman mereka gagal, lampu mereka padam.
Tapi ini diluar gereja yang tolak.
Dan diluar gereja yang tolak, ada yang ikut rame.


The class represented by the foolish virgins are not hypocrites. They have a regard for the truth, they have advocated the truth, they are attracted to those who believe the truth; but they have not yielded themselves to the Holy Spirit’s working. They have not fallen upon the Rock, Christ Jesus, and permitted their old nature to be broken up. This class are represented also by the stony-ground hearers. They receive the word with readiness, but they fail of assimilating its principles. Its influence is not abiding. The Spirit works upon man’s heart, according to his desire and consent implanting in him a new nature; but the class represented by the foolish virgins have been content with a superficial work. They do not know God. They have not studied His character; they have not held communion with Him; therefore they do not know how to trust, how to look and live. Their service to God degenerates into a form. COL 411.1

Golongan yang diwakili oleh gadis-gadis bodoh bukanlah orang munafik. Mereka menghargai kebenaran, mereka telah membela kebenaran, mereka tertarik kepada orang-orang yang percaya kebenaran; tetapi mereka belum menyerahkan diri kepada pekerjaan Roh Kudus. Mereka belum jatuh ke atas Batu Karang, Kristus Yesus, dan membiarkan sifat lama mereka dihancurkan. Golongan ini juga diwakili oleh pendengar di tanah berbatu. Mereka menerima firman dengan siap sedia, tetapi mereka gagal mengasimilasi prinsip-prinsipnya. Pengaruhnya tidak kekal. Roh Kudus bekerja di dalam hati manusia, sesuai dengan keinginan dan persetujuannya, menanamkan sifat baru di dalam dirinya; tetapi golongan yang diwakili oleh gadis-gadis bodoh telah puas dengan pekerjaan yang dangkal. Mereka tidak mengenal Allah. Mereka belum mempelajari karakter-Nya; mereka belum bersekutu dengan-Nya; oleh karena itu mereka tidak tahu bagaimana mempercayai, bagaimana memandang dan hidup. Pelayanan mereka kepada Allah merosot menjadi sekadar formalitas. COL 411.1

Yang foolish virgins mereka tidak munafik, mereka sungguh-sungguh, sebagaimana yang wise virgins, mereka juga tidak munafik dan sungguh-sungguh.
Persoalannya serius dan sungguh-sungguhnya yang foolish berdasarkan rasa takut, dan berdasarkan orang lain punya iman dan saya tidak bisa menjelaskannya, tetapi saya mau tidak hilang, tetapi tidak bisa mempertanggungjawabkan kebenaran.
Jadi yang foolish virgins: sungguh-sungguh mau belajar, sungguh-sungguh tidak mau ketinggalan.
Banyak kriteria yang dimiliki oleh foolish yang sangat berbeda dari yang dimiliki oleh wise.
Mereka mencintai kebenaran, Mereka mengabarkan dan mengajarkan kebenaran yang mereka tau, Mereka tertarik kepada orang-orang yang cinta kebenaran (ini yang dilakukan oleh wise dan foolish).
Tetapi mereka tidak menyerahkan hati mereka kepada pekerjaan Roh Kudus yang bekerja dalam hati mereka.
Mereka tidak jatuh dan dihancurkan oleh batu, dan batu adalah Kristus, dan mereka tidak mengizinkan Kristus menghancurkan mereka punya "old nature/carnal mind/the body of this death".
Sementara mereka adalah 10 virgins.
Mereka yang foolish ini tergolong sebagai pendengar hati batu.
Mereka dengan senang hati dan dengan segera menerima kebenaran.
Tapi tidak pernah menerapkan prinsipnya dalam kehidupan.
Pengaruhnya tidak bertahan lama.

Roh kudus bekerja di dalam hati manusia sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan yang dia izinkan untuk menghasilkan nature yang baru.
Tapi kelompok yang foolish virgins sudah puas dengan hal-hal permukaan saja.
Mereka tidak kenal God, mereka tidak mempelajari karakter God, mereka tidak berhubungan dengan God, dan oleh sebab itu mereka tidak tau bagaimana caranya untuk percaya God dan untuk bisa melihat dan hidup, karna mereka punya pelayanan adalah suatu rutinitas/liturgi.
Tapi mereka bukan munafik.

Semua yang dimiliki wise, dimiliki foolish, tetapi ada yang dimiliki oleh foolish, tidak dimiliki oleh wise.
Dan ini semua berada di dalam kelompok orang-orang yang percaya, diakhir zaman namanya Present truth.


Then many who cherished the sacred light, broke the cords which confined them and stood out separated from those companies. As they were doing this, men belonging to the different companies and revered by them passed through, some with pleasing words, and others with wrathful looks and threatening gestures, and fastened the cords which were weakening. These men were constantly saying, “God is with us. We stand in the light. We have the truth.” I inquired who these men were, and was told that they were ministers and leading men who had rejected the light themselves, and were unwilling that others should receive it. EW 240.2

Kemudian banyak orang yang menghargai cahaya suci itu, memutuskan tali yang mengikat mereka dan berdiri terpisah dari kelompok-kelompok tersebut. Saat mereka melakukan ini, orang-orang dari berbagai kelompok dan yang dihormati oleh mereka lewat, sebagian dengan kata-kata yang menyenangkan, dan sebagian lagi dengan tatapan marah dan gerakan mengancam, lalu mengencangkan tali yang melemah. Orang-orang ini terus berkata, “Tuhan bersama kita. Kita berdiri dalam terang. Kita memiliki kebenaran.” Saya bertanya siapa orang-orang ini, dan diberitahu bahwa mereka adalah para pendeta dan pemimpin yang telah menolak terang itu sendiri, dan tidak ingin orang lain menerimanya. EW 240.2

Banyak suka/mencintai terang dan mereka waktu dianiaya oleh pemimpin-pemimpin gereja, mereka keluar; tetapi waktu mereka keluar, ada yang ikut rame seperti mix multitude Mesir keluar, tetapi tidak bertahan dan membuat huru hara, termasuk golden calf apostasy, karna mereka keluar ikut rame, sebenarnya tidak benar-benar konek kepada Kristus.
Jadi siapa di dalam gereja ini yang menganiaya orang-orang yang terima kebenaran? Pemimpin-pemimpin gereja/agama.


“While the bridegroom tarried, they all slumbered and slept.” By the tarrying of the bridegroom is represented the passing of the time when the Lord was expected, the disappointment, and the seeming delay. In this time of uncertainty, the interest of the superficial and halfhearted soon began to waver, and their efforts to relax; but those whose faith was based on a personal knowledge of the Bible had a rock beneath their feet, which the waves of disappointment could not wash away. “They all slumbered and slept;” one class in unconcern and abandonment of their faith, the other class patiently waiting till clearer light should be given. Yet in the night of trial the latter seemed to lose, to some extent, their zeal and devotion. The halfhearted and superficial could no longer lean upon the faith of their brethren. Each must stand or fall for himself. GC 394.1

“Sementara mempelai laki-laki menunda kedatangannya, mereka semua tertidur lelap.” Penundaan kedatangan mempelai laki-laki melambangkan berlalunya waktu ketika Tuhan dinantikan, kekecewaan, dan penundaan yang tampak. Pada masa ketidakpastian ini, minat orang-orang yang dangkal dan setengah hati segera mulai goyah, dan upaya mereka pun melemah; tetapi mereka yang imannya didasarkan pada pengetahuan pribadi tentang Alkitab memiliki batu karang di bawah kaki mereka, yang tidak dapat dihanyutkan oleh gelombang kekecewaan. “Mereka semua tertidur lelap;” satu golongan acuh tak acuh dan meninggalkan iman mereka, golongan lain dengan sabar menunggu sampai terang yang lebih jelas diberikan. Namun di malam pencobaan, golongan yang terakhir tampaknya kehilangan, sampai batas tertentu, semangat dan pengabdian mereka. Orang-orang yang setengah hati dan dangkal tidak lagi dapat bersandar pada iman saudara-saudara mereka. Masing-masing harus berdiri atau jatuh untuk dirinya sendiri. GC 394.1

Cerita selanjutnya yang terjadi kepada wise and foolish virgins diluar gereja-gereja Protestan.
Di waktu Wise dan Foolish mengharapkan Tuhan Yesus datang, kita tau mereka kecewa semuanya.
Inilah sejarah yang akan terulang to the very letter di zaman kita.

Penundaan itu, sebenarnya berlaku bagi mereka, karna memang Tuhan Yesus belum mau datang pada waktu itu.
Tetapi Tuhan izinkan hal itu terjadi ialah untuk menguji/ untuk mengungkapkan kesungguh-sungguhan mereka, itulah sebabnya terjadi kekecewaan.
Dan orang-orang yang hanya dalam permukaan saja ulai goyang.
Artinya terjadinya kekecewaan ini untuk mengungkapkan foolish virgins diantara wise virgins.
Artinya ini akan terjadi diantara kita.

Dan imannya yang foolish mulai longgar.
Tetapi mereka yang imannya berdasarkan pengalaman pribadi akan kebenaran Alkitab, mereka berdiri diatas batu.
Dan kekecewaan tidak bisa menumbangkan mereka.
Dan satu kelompok ini yang tidak peduli, yaitu yang foolish virgins; mereka tinggalkan iman.
Apa artinya mereka tinggalkan iman? Tinggalkan iman ialah mereka tidak percaya bahwa nubuatan ini benar; buktinya katanya mau digenapi, rupa-rupanya tidak digenapi.
Sementara kelompok yang lain dengan sabar menunggu sampai dapat terang yang baru diberikan.

Di dalam malam penuh dengan ketidakpastian sepertinya sudah lenyap semuanya, semangat daripada orang-orang yang bodoh lenyap, orang-orang yang setengah-setengah yang cuman permukaan tidak bisa bergantung kepada iman daripada saudara-saudara mereka, karna masing-masing harus mempertanggungjawabkan imannya masing-masing.

Sehingga yang tidak ada iman tidak ada pilihan selain mengungkapkan bahwa mereka adalah gadis-gadis yang bodoh.
Dan hanya melalui kekecewaanlah hal itu akan diungkapkan dengan jelas.

Yang foolish virgins tidak bisa tahan kekecewaan.
Yang wise virgins bisa tahan kekecewaan, karna ada minyak, ada Roh Kudus.

Yang ada minyak, sabar.
Sementara yang tidak ada minyak, artinya tidak sabar.

Kata lain sabar ialah temperance (dengan kuasa Tuhan tidak akan meledak).

Yang foolish virgins: 
Tidak ada pengalaman daripada pekabaran ini.
Artinya pekabaran ini tidak menjadi satu dengan kehidupan mereka.
Hanya intelek saja, tetapi tidak mengubah kehidupan mereka.

Sementara yang wise virgins:
Pekabaran ini menjadi satu dengan kehidupan mereka.


As the time passed, those who had not fully received the light of the angel united with those who had despised the message, and they turned upon the disappointed ones with ridicule. EW 246.3

Seiring berjalannya waktu, mereka yang belum sepenuhnya menerima terang malaikat bergabung dengan mereka yang telah menghina pesan tersebut, dan mereka mengejek orang-orang yang kecewa itu. EW 246.3

Waktu terjadi penganiayaan, waktu terjadi kekecewaan, yang foolish kembali kepada gereja yang gelap; mereka kembali kepada gereja-gereja yang tolak kebenaran.
Waktu berlalu yang foolish ini yang tidak sepenuhnya menerima terang malaikat bergabung dengan gereja-gereja yang gelap yang mereka tinggalkan yang telah mengolok-ngolok pekabaran ini dan bergabung dengan gereja untuk mengolok-ngolok orang-orang yang sedang kecewa, yaitu: wise virgins.

Kriteria wise dan foolish sudah sangat jelas dipersembahkan, pertanyaannya: apakah kita foolish atau yang wise virgins?


As discouragement settled upon the waiting ones, the ministers and leading men whom I had before noticed, rejoiced, and all those who had rejected the light triumphed greatly, while Satan and his evil angels also exulted. EW 241.1

Ketika keputusasaan menyelimuti mereka yang menunggu, para menteri dan tokoh terkemuka yang telah saya sebutkan sebelumnya bersukacita, dan semua orang yang telah menolak terang meraih kemenangan besar, sementara Setan dan malaikat-malaikat jahatnya juga bersorak gembira. EW 241.1

Sementara kekecewaan dialami oleh orang-orang yang bijaksana, sekarang minsiters, leading men dan yang foolish virgins yang sudah kembali ke gereja-gereja yang sudah tolak bersukacita.
Mereka senang, karna ternyata gerakkan itu memang palsu (karna mereka bilang: Tuhan Yesus sudah mau datang, tetapi nampaknya tidak datang).
Buktinya: banyak yang keluar, lalu kembali lagi kepada kita.
Sounds Familiar?
Dan setan dan malaikat-malaikatnyapun bersukacita dan mengolok-ngolok the wise virgins.
Sementara yang wise virgins, karna ada minyak, tidak bisa ditumbangkan, kenapa? karna fondasi mereka diatas batu.
Gereja yang dibangun diatas batu, tidak bisa ditumbangkan oleh kuasa neraka. 


The church may appear as about to fall, but it does not fall. It remains, while the sinners in Zion will be sifted out—the chaff separated from the precious wheat. This is a terrible ordeal, but nevertheless it must take place. None but those who have been overcoming by the blood of the Lamb and the word of their testimony will be found with the loyal and true, without spot or stain of sin, without guile in their mouths. We must be divested of our self-righteousness and arrayed in the righteousness of Christ. 2SM 380.2

Gereja mungkin tampak akan runtuh, tetapi tidak akan runtuh. Gereja tetap berdiri, sementara orang-orang berdosa di Sion akan dipisahkan—sekam dipisahkan dari gandum yang berharga. Ini adalah cobaan yang mengerikan, tetapi tetap harus terjadi. Hanya mereka yang telah menang oleh darah Anak Domba dan firman kesaksian mereka yang akan ditemukan bersama orang-orang yang setia dan benar, tanpa noda atau cela dosa, tanpa tipu daya di mulut mereka. Kita harus menanggalkan kesombongan diri kita dan mengenakan kebenaran Kristus. 2SM 380.2

Waktu semua mulai keluar dari gerejaNya Kristus, gereja nampaknya sudah mau jatuh, tetapi tidak jatuh, tetap berdiri.
The foolish virgins, yaitu: the sinners in Zion-lah yang terpisah dari gerejaNya Kristus.
Waktu foolish virgins kembali ke gereja yang sudah tolak kebenaran, gereja Kristus nampaknya sudah mau jatuh, tetapi gereja Kristus TIDAK AKAN pernah JATUH.
Kenapa? Karna fondasinya wise ialah Christ is the only begotten Son of the living God, the Father.

Jadi ministers, leading men, foolish virgins mereka senang, kenapa? karna yang wise sudah dalam kekecewaan dan mereka nampaknya sudah mau buyar; dan bagi mereka kitalah gereja yang benar.
But, guess what? Gereja yang mereka bilang sudah mau jatuh, tidak akan jatuh, karna fondasinya adalah batu.


The other class patiently waiting till clearer light should be given.

Those whose faith was based on a personal knowledge of the Bible had a rock beneath their feet, which the waves of disappointment could not wash away. GC 394.1

Golongan lainnya dengan sabar menunggu hingga diberikan penerangan yang lebih jelas.

Mereka yang imannya didasarkan pada pengetahuan pribadi tentang Alkitab memiliki batu karang di bawah kaki mereka, yang tidak dapat dihantam oleh gelombang kekecewaan. GC 394.1

Mereka dengan sabar menunggu sampai Tuhan memberikan mereka instruksi lagi.
Sabar, bisa mengekang diri dan tidak kecewa, tahan aniaya, the patience of the saints.
Yang memiliki iman, yang memiliki minyaklah yang akan sabar dalam penderitaan.

Yang bijaksana imannya berdasarkan pengetahuan Alkitab dan ada batu dibawah kaki mereka.
Dan ombak-ombak yang kekecewaan tidak bisa menumbangkan gereja yang nampaknya akan jatuh, tetapi tidak pernah akan jatuh.


Then I heard the voice of another angel saying, “Babylon is fallen, is fallen!” A light shone upon those desponding ones, and with ardent desires for His appearing, they again fixed their eyes upon Jesus. EW 241.2

Lalu aku mendengar suara malaikat lain berkata, “Babilon telah jatuh, telah jatuh!” Cahaya bersinar di atas orang-orang yang putus asa itu, dan dengan kerinduan yang mendalam akan kedatangan-Nya, mereka kembali memusatkan pandangan mereka kepada Yesus. EW 241.2

Lalu masuklah pekabaran malaikat ke-2.
Pekabaran malaikat kedua ialah Babylon is fallen, is fallen.

Gereja-gereja yang sudah tolak dulunya Babylon; tetapi sekarang adalah Babylon yang sudah jatuh.
Artinya waktu mereka menolak pekabaran malaikat pertama, karna mereka bilang tidak digenapi, lalu yang foolish kembali ke Babylon dan mengkontribusi dalam kejatuhannya.

Dan terang menyinari hati mereka yang sedang kecewa.
Dan dengan keinginan yang sangat besar akan kedatanganNya.
Mereka menatap ke surga, yaitu: ke Tuhan Yesus.

Mereka yang wise dengan sabar menunggu terang baru, dan ketika yang foolish terpisah dengan yang wise, baru Tuhan memberikan terang baru kepada yang wise.

Artinya untuk menerima terang malaikat ke-2, perlu menerima terang malaikat pertama.
  

Those who rejected and opposed the light of the first angel’s message, lost the light of the second, and could not be benefited by the power and glory which attended the message, “Behold, the Bridegroom cometh.” Jesus turned from them with a frown; for they had slighted and rejected Him. EW 249.1

Mereka yang menolak dan menentang terang pesan malaikat pertama, kehilangan terang pesan malaikat kedua, dan tidak dapat memperoleh manfaat dari kuasa dan kemuliaan yang menyertai pesan, “Lihatlah, mempelai laki-laki datang.” Yesus berpaling dari mereka dengan cemberut; karena mereka telah meremehkan dan menolak Dia. EW 249.1

Mereka yang sudah menolak dan menentang malaikat pertama melalui kekecewaaan.
Mereka sudah kehilangan dan tidak bisa mendengar pekabaran malaikat kedua dan tidak bisa memperoleh benefit daripada pekabaran midnight cry, karna mereka sudah mengolok-olok dan menolak pekabaran Tuhan Yesus.

Apa artinya?
Foolish virgins yang pertama keluar dan karna kekecewaan kembali lagi, hilang selama-lamanya.
Mereka tidak bisa menerima pekabaran malaikat kedua, karna mereka sudah menolak pekabaran malaikat pertama.
Bagi mereka pintu kasihan sudah tertutup.
Karna mereka menolak pekabaran malaikat pertama, sementara sekarang terang pekabaran malaikat kedua.


Angels of God were watching with the deepest interest the result of the warning. When there was a general rejection of the message by the churches, angels turned away in sadness. But there were many who had not yet been tested in regard to the advent truth. Many were misled by husbands, wives, parents, or children, and were made to believe it a sin even to listen to such heresies as were taught by the Adventists. Angels were bidden to keep faithful watch over these souls, for another light was yet to shine upon them from the throne of God. GC 372.4

Malaikat-malaikat Allah mengamati dengan penuh minat hasil dari peringatan itu. Ketika terjadi penolakan umum terhadap pesan tersebut oleh gereja-gereja, para malaikat berpaling dengan sedih. Tetapi ada banyak orang yang belum diuji mengenai kebenaran kedatangan Kristus. Banyak yang disesatkan oleh suami, istri, orang tua, atau anak-anak, dan dibuat percaya bahwa mendengarkan ajaran sesat seperti yang diajarkan oleh kaum Adventis adalah dosa. Malaikat-malaikat diperintahkan untuk menjaga jiwa-jiwa ini dengan setia, karena terang lain masih akan bersinar atas mereka dari takhta Allah. GC 372.4

Waktu pekabaran malaikat pertama dikabarkan ada orang-orang yang belum menerima pekabaran itu dengan alasan apapun, harus dijangkau oleh malaikat kedua, tetapi yang dijangkau bukan orang-orang yang sudah pernah tolak malaikat pertama (yang foolish virgins), tetapi berlaku bagi orang-orang yang belum pernah mendengar pekabaran malaikat pertama akan dijangkau oleh malaikat kedua.
Malaikat menjaga orang-orang yang belum menerima pekabaran malaikat pertama.
Bagi mereka akan dikabarkan pekabaran malaikat yang lain lagi untuk menyinari untuk menjangkau mereka, yaitu: pekabaran malaikat kedua yang digabung dengan pekabaran midnight cry.
Jadi pekabaran malaikat kedua yang digabung dengan pekabaran midnight cry dikabarkan ke dalam gereja-gereja yang sudah tolak, tetapi ditujukan kepada orang-orang yang belum tolak pekabaran malaikat pertama, karna mereka belum sempat menerima pekabaran yang dikabarkan oleh malaikat pertama.


This was the midnight cry, which was to give power to the second angel’s message. Angels were sent from heaven to arouse the discouraged saints and prepare them for the great work before them. The most talented men were not the first to receive this message. Angels were sent to the humble, devoted ones, and constrained them to raise the cry, “Behold, the Bridegroom cometh; go ye out to meet Him!” EW 238.2

Inilah seruan tengah malam, yang akan memberi kekuatan pada pesan malaikat kedua. Malaikat diutus dari surga untuk membangkitkan orang-orang kudus yang putus asa dan mempersiapkan mereka untuk pekerjaan besar yang ada di hadapan mereka. Orang-orang yang paling berbakat bukanlah yang pertama menerima pesan ini. Malaikat diutus kepada orang-orang yang rendah hati dan taat, dan mendorong mereka untuk berseru, “Lihatlah, Mempelai Laki-laki datang; keluarlah untuk menyambut Dia!” EW 238.2

Ini adalah pekabaran midnight cry (Matthew 25:6) yang akan memberikan power kepada pekabaran malaikat kedua, dan pekabarannya ialah keluar, kalau mau bertemu dengan Tuhan Yesus.
Dan orang-orang yang dipanggil keluar bukanlah orang-orang foolish yang sudah pernah menerima, lalu tolak.

Jadi ada 2 macam keluar: 
1.Keluar, karna aniaya 
2.Dipanggil keluar daripadanya, karna sekarang yang mengabarkannya berada di luar.


 As they harmoniously raised the cry among the different companies, those who rejected the light pushed them and with angry looks scorned and derided them. But angels of God wafted their wings over the persecuted ones, while Satan and his angels were seeking to press their darkness around them, to lead them to reject the light from heaven. EW 241.2

Ketika mereka bersama-sama meneriakkan seruan di antara berbagai kelompok, orang-orang yang menolak terang itu mendorong mereka dan dengan tatapan marah mencemooh dan mengejek mereka. Tetapi malaikat-malaikat Allah mengepakkan sayap mereka di atas orang-orang yang dianiaya, sementara Setan dan malaikat-malaikatnya berusaha untuk menyelimuti mereka dengan kegelapan, untuk membuat mereka menolak terang dari surga. EW 241.2

Jadi ada 2 panggilan keluar dari Babylon.
Pertama kali keluar belum jatuh, tetapi keluar untuk memisahkan foolish and wise.
Kedua kali: dipanggil keluar oleh wise, karna Babylon sudah jatuh, karna sudah tolak malaikat pertama.


I saw a number of angels conversing with the one who had cried, “Babylon is fallen,” and these united with him in the cry, “Behold, the Bridegroom cometh; go ye out to meet Him.” The musical voices of these angels seemed to reach everywhere. An exceedingly bright and glorious light shone around those who had cherished the light which had been imparted to them. Their faces shone with excellent glory, and they united with the angels in the cry, “Behold, the Bridegroom cometh.”EW 241.2

Aku melihat sejumlah malaikat berbicara dengan orang yang berseru, “Babilon telah jatuh,” dan mereka bersatu dengannya dalam seruan, “Lihatlah, Mempelai Laki-laki datang; keluarlah untuk menyambut Dia.” Suara merdu para malaikat itu seolah terdengar sampai ke mana-mana. Cahaya yang sangat terang dan mulia bersinar di sekeliling mereka yang telah memelihara terang yang telah diberikan kepada mereka. Wajah mereka bersinar dengan kemuliaan yang luar biasa, dan mereka bersatu dengan para malaikat dalam seruan, “Lihatlah, Mempelai Laki-laki datang.” EW 241.2

Ini adalah pekabaran malaikat kedua, yaitu untuk memanggil keluar orang-orang yang belum tolak, tetapi masih berada di dalam gereja-gereja yang gelap.


Then I heard a voice saying to those who had been pushed and derided, “Come out from among them, and touch not the unclean.” In obedience to this voice, a large number broke the cords which bound them, and leaving the companies that were in darkness, joined those who had previously gained their freedom, and joyfully united their voices with them.  EW 242.1

Kemudian aku mendengar suara berkata kepada mereka yang telah didorong dan dihina, “Keluarlah dari antara mereka, dan jangan sentuh orang yang najis.” Karena taat kepada suara ini, banyak orang memutuskan tali yang mengikat mereka, dan meninggalkan kelompok-kelompok yang berada dalam kegelapan, bergabung dengan mereka yang telah memperoleh kebebasan sebelumnya, dan dengan sukacita menyatukan suara mereka dengan mereka. EW 242.1

Setelah mereka mendengar dan menurut suara itu, banyak orang keluar dan tinggalkan gereja-gereja yang gelap dan dengan sukacita mereka bergabung dengan wise diluar dari gereja-gereja yang sudah jatuh.


Thus the believers found themselves in a position of great trial and perplexity. They loved their churches and were loath to separate from them; but as they saw the testimony of God’s word suppressed and their right to investigate the prophecies denied they felt that loyalty to God forbade them to submit. Those who sought to shut out the testimony of God’s word they could not regard as constituting the church of Christ, “the pillar and ground of the truth.” Hence they felt themselves justified in separating from their former connection. In the summer of 1844 about fifty thousand withdrew from the churches. GC 376.1

Dengan demikian, orang-orang percaya mendapati diri mereka dalam posisi yang penuh cobaan dan kebingungan. Mereka mengasihi gereja mereka dan enggan untuk berpisah darinya; tetapi ketika mereka melihat kesaksian firman Allah ditekan dan hak mereka untuk menyelidiki nubuat-nubuat ditolak, mereka merasa bahwa kesetiaan kepada Allah melarang mereka untuk tunduk. Mereka yang berusaha untuk menutup kesaksian firman Allah tidak dapat mereka anggap sebagai gereja Kristus, "tiang dan dasar kebenaran." Karena itu, mereka merasa dibenarkan untuk berpisah dari hubungan mereka sebelumnya. Pada musim panas tahun 1844, sekitar lima puluh ribu orang menarik diri dari gereja-gereja. GC 376.1

Orang-orang yang berada di dalam gereja-gereja protestan keluar di musim panas tahun 1844.
Dan yang keluar sekitar 50.000 orang (keluar no.2).


But again they were destined to disappointment. The time of expectation passed, and their Saviour did not appear. With unwavering confidence they had looked forward to His coming, and now they felt as did Mary when, coming to the Saviour’s tomb and finding it empty, she exclaimed with weeping: “They have taken away my Lord, and I know not where they have laid Him.” John 20:13. GC 403.2

Namun sekali lagi mereka ditakdirkan untuk kecewa. Waktu penantian berlalu, dan Juruselamat mereka tidak muncul. Dengan keyakinan yang teguh mereka menantikan kedatangan-Nya, dan sekarang mereka merasa seperti Maria ketika, datang ke makam Juruselamat dan mendapati makam itu kosong, ia berseru sambil menangis: “Tuhanku telah diambil, dan aku tidak tahu di mana mereka meletakkan Dia.” Yohanes 20:13. GC 403.2

Tetapi mereka yang keluar akan mengalami kekecewaan lagi, sehingga terjadi 2 kekecewaan.
Artinya diluar gereja-gereja yang tolak, ada foolish virgins lagi.
Karna di tampi 2x.
Dan Kristus mau orang-orangnya 100% murni.
Dan semua orang-orang di Babylon diberikan kesempatan untuk menerima pekabaran ini, sekaligus menghasilkan yang murni melalui 2 kekecewaan.


 A large class who had professed to believe in the Lord’s soon coming, renounced their faith. Some who had been very confident were so deeply wounded in their pride that they felt like fleeing from the world. Like Jonah, they complained of God, and chose death rather than life. Those who had based their faith upon the opinions of others, and not upon the word of God, were now as ready again to change their views. The scoffers won the weak and cowardly to their ranks, and all these united in declaring that there could be no more fears or expectations now. GC 403.3

Sebagian besar orang yang sebelumnya mengaku percaya akan kedatangan Tuhan yang segera, meninggalkan iman mereka. Beberapa orang yang sebelumnya sangat yakin, kini sangat terluka harga dirinya sehingga merasa ingin melarikan diri dari dunia. Seperti Yunus, mereka mengeluh kepada Tuhan, dan memilih kematian daripada kehidupan. Mereka yang mendasarkan iman mereka pada pendapat orang lain, dan bukan pada firman Tuhan, kini siap untuk mengubah pandangan mereka lagi. Para pencemooh menarik orang-orang yang lemah dan pengecut ke barisan mereka, dan semua ini bersatu menyatakan bahwa tidak ada lagi ketakutan atau harapan sekarang. GC 403.3

Dan tahun 1844 banyak orang keluar dari panggilan Midnight Cry, kembali lagi dan tidak percaya lagi Tuhan Yesus sudah mau datang.
2x dibersihkan.
Sisanya hanya THE WISE.


Matthew 25:10 And while they went to buy, the bridegroom came; and they that were ready went in with him to the marriage: and the door was shut. 

Dan waktu yang keluar dari panggilan Midnight Cry, kembali lagi, pintu tertutup.
Sisanya hanya the wise.
Gereja protestan tidak akan pernah lagi di gunakan Tuhan untuk mengabarkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Sekarang pekabaran itu di percayakan kepada Seventh Day Adventist.


 I am often referred to the parable of the ten virgins, five of whom were wise, and five foolish. This parable has been and will be fulfilled to the very letter, RH, August 19, 1890, par.3

Saya sering dirujuk pada perumpamaan tentang sepuluh gadis perawan, lima di antaranya bijak dan lima lainnya bodoh. Perumpamaan ini telah dan akan digenapi sepenuhnya, RH, 19 Agustus 1890, par.3

1. Miller 1831-1AM
Miller 1831-1AM

2. The message accepted in the churches
Pesan yang diterima di gereja-gereja

3. Persecution against those who received the message
Penganiayaan terhadap mereka yang menerima pesan

4. Those who were persecuted left the churches
Mereka yang dianiaya meninggalkan gereja-gereja

5. First disappointment [tarrying time]
Kekecewaan pertama [waktu tunggu]

6. The foolish virgins shaken out [appear to fall]
Gadis-gadis bodoh yang diguncang [tampak jatuh]

7. The arrival of the second angel's message
Kedatangan pesan malaikat kedua

8. 2AM empowered by the Midnight Cry
2AM diperkuat oleh Tangisan Tengah Malam

9. A large number of people received the message
Sejumlah besar orang menerima pesan tersebut

10. Persecution against those who received the message
Penganiayaan terhadap mereka yang menerima pesan

11. About 50,000 left Babylon churches [come out of her my people]
Sekitar 50.000 orang meninggalkan gereja-gereja Babel [keluarlah dari padanya, hai umat-Ku]

12. Second disappointment
Kekecewaan kedua

13. The foolish virgins shaken out [appear to fall]
Gadis-gadis bodoh yang diguncang [tampak jatuh]


As the light and life of men was rejected by the ecclesiastical authorities in the days of Christ, so it has been rejected in every succeeding generation. Again and again the history of Christ’s withdrawal from Judea has been repeated. When the Reformers preached the word of God, they had no thought of separating themselves from the established church; but the religious leaders would not tolerate the light, and those that bore it were forced to seek another class, who were longing for the truth. In our day few of the professed followers of the Reformers are actuated by their spirit. Few are listening for the voice of God, and ready to accept truth in whatever guise it may be presented. Often those who follow in the steps of the Reformers are forced to turn away from the churches they love, in order to declare the plain teaching of the word of God. And many times those who are seeking for light are by the same teaching obliged to leave the church of their fathers, that they may render obedience. DA 232.2

Sebagaimana terang dan kehidupan manusia ditolak oleh otoritas gerejawi pada zaman Kristus, demikian pula hal itu ditolak pada setiap generasi berikutnya. Berulang kali sejarah penarikan Kristus dari Yudea telah terulang. Ketika para Reformator memberitakan firman Allah, mereka tidak berpikir untuk memisahkan diri dari gereja yang mapan; tetapi para pemimpin agama tidak mentolerir terang itu, dan mereka yang membawanya terpaksa mencari golongan lain, yang merindukan kebenaran. Di zaman kita, sedikit dari pengikut para Reformator yang diakui digerakkan oleh roh mereka. Sedikit yang mendengarkan suara Allah, dan siap menerima kebenaran dalam bentuk apa pun yang mungkin disajikan. Seringkali mereka yang mengikuti jejak para Reformator terpaksa berpaling dari gereja-gereja yang mereka cintai, untuk menyatakan ajaran firman Allah yang jelas. Dan sering kali mereka yang mencari terang dipaksa oleh ajaran yang sama untuk meninggalkan gereja leluhur mereka, agar mereka dapat taat. DA 232.2

Setiap generasi di setiap zaman, sejarah selalu terulang kembali.


 I am often referred to the parable of the ten virgins, five of whom were wise, and five foolish. This parable has been and will be fulfilled to the very letter, RH, August 19, 1890, par.3

Saya sering dirujuk pada perumpamaan tentang sepuluh gadis perawan, lima di antaranya bijak dan lima lainnya bodoh. Perumpamaan ini telah dan akan digenapi sepenuhnya, RH, 19 Agustus 1890, par.3

Kita tau berdasarkan pola.
Kta tau apa yang akan terjadi nanti di setelah 1890 melalui apa yang sudah terjadi di sebelum tahun 1890 (John 14:29 And now I have told you before it come to pass, that, when it is come to pass, ye might believe & Isaiah 46:10 Declaring the end from the beginning, and from ancient times [the things] that are not [yet] done, saying, My counsel shall stand, and I will do all my pleasure:- APA YANG SUDAH PERNAH TERJADI, TERULANG KEMBALI).


The work of God in the earth presents, from age to age, a striking similarity in every great reformation or religious movement. The principles of God’s dealing with men are ever the same. The important movements of the present have their parallel in those of the past, and the experience of the church in former ages has lessons of great value for our own time. GC 343.1

Karya Allah di bumi, dari zaman ke zaman, menunjukkan kesamaan yang mencolok dalam setiap reformasi besar atau gerakan keagamaan. Prinsip-prinsip cara Allah berurusan dengan manusia selalu sama. Gerakan-gerakan penting saat ini memiliki paralel dengan gerakan-gerakan di masa lalu, dan pengalaman gereja di masa lalu memiliki pelajaran yang sangat berharga bagi zaman kita. GC 343.1

Penting untuk mempelajari apa yang terjadi dulu, agar kita tidak mengulangi apa kesalahan-kesalahan yang sudah pernah terjadi.

Tahun 1831: pekabaran malaikat pertama tiba, dikabarkan oleh William Miller.
Lalu dia mulai kabarkan di gereja-gereja - ini adalah pekabaran pertama kepada gereja-gereja Protestan.
Terjadi penganiayaan terhadap mereka yang menerimanya dan mengabarkannya dalam gereja.
Terjadi perpisahan di dalam gereja-gereja ini yang berpisah dari gereja-gereja ini yang menolak adalah wise dengan foolish.
Panggilan pertama, lalu terjadi perpisahan pertama.
Kekecewaan pertama: musim semi tahun 1844 (masa penundaan - Matius 25:5).
Foolish virgins kembali ke gereja-gereja protestan yang gelap, ini namanya shaking pertama.

Lalu masuk malaikat kedua untuk menjangkau orang-orang yang belum dijangkau, waktu dikabarkan pekabaran malaikat pertama.
Lalu pekabaran malaikat kedua digabung dengan pekabaran midnight cry, dan itu terjadinya August 15, 1844, terjadilah perpisahan dari gereja dan keluarnya sekitar 50.000 orang - Matius 25:6, itu adalah panggilan kedua.
Setelah panggilan kedua, terjadi perpisahan kedua; dimana banyak orang kembali lagi waktu terjadi kekecewaan lagi, dan ini adalah shaking kedua.
Inilah polanya.

Dan foolish virgins kembali lagi ke gereja.
Di dalam chart ini adalah perjalanannya GEREJA PROTESTAN.

Panggilan pertama itu protestant yang menghasilkann panggilan kedua sampai tutup pintu.
Setelah 2x panggil, Tuhan tidak gunakan protestant lagi.

Wycliff, Huss, Jerome, Luther (panggilan pertama sebelum Paus tumbang).
Mereka adakan reformasi di dalam gereja Katolik sebelum mereka keluar (panggilan pertama).
Panggilan pertama di Matthew 25:1 di panggilan kedua.
Dan panggilan kedua (the Second Advent message) bagi Protestan ini terdiri dari panggilan pertama dan panggilan kedua (fractal).

Tuhan selalu memanggil 2x.
Setelah 2x panggilan Tuhan tidak gunakan Protestan lagi untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan yang kedua kali, karna mereka menolak kedua-dua pangggilannya.
Dan sekarang di lanjutkan oleh SDA, dan tidak heran pola protestan akan dialami oleh SDA.



Semua yang terjadi bagi Protestan: 
1.Panggilan pertama
2.Perpisahan pertama 
3.Kekecewaan pertama
4.Shaking pertama 
5.Panggilan kedua
6.Perpisahan kedua 
7.Kekecewaan kedua
8.Shaking kedua.
Ujungnya adalah SDA.
Dan terulang kembali di SDA.
Lalu diujungnya perjalanan SDA ialah ada sesuatu yang belum dibilang apa, tetapi Mrs.White menggunakan nama yang lain.

Second Advent Message secara luas adalah panggilan pertama bagi mereka.



Di dalam panggilan kedua Protestan terjadi 2x panggilan.
Setelah 2x panggilan Protestan tidak berhasil, maka muncullah SDA.
Ini sejarah dulu, akan digenapi di Advent.



Di tarrying time 1844, banyak orang kembali ke gereja-gereja.
Saat kekecewaan kedua, banyak kembali ke gereja mereka dulu.

1888
Panggilan pertama ditolak Advent.

Mat 25:1
Digenapi saat panggilan kedua Advent.



Setelah remnant, tidak akan terulang lagi.
We are living at the very last days of our earth history.



Kita sekarang berada di tarrying time, karena setelah ini, Loud Cry, sebagaimana di zaman dulu, ada tarrying time, setelah itu, Midnight Cry.
Yang kabarkan Loud Cry sudah tidak ada Carnal Mind.
Setelah Loud Cry - tutup midnight.



Pekabaran malaikat kedua + Midnight Cry akan mengabarkan kepada orang-orang yang belum terima pekabaran malaikat pertama, dan yang keluar sekitar 50.000.
Setelah Midnight Cry, tutup pintu, terulang kembali di zaman kita bahwa setelah Loud Cry, tutup pintu.


 I am often referred to the parable of the ten virgins, five of whom were wise, and five foolish. This parable has been and will be fulfilled to the very letter, RH, August 19, 1890, par.3

Saya sering dirujuk pada perumpamaan tentang sepuluh gadis perawan, lima di antaranya bijak dan lima lainnya bodoh. Perumpamaan ini telah dan akan digenapi sepenuhnya, RH, 19 Agustus 1890, par.3

1844
Mereka temukan tanggal baru (tanpa ada foolish virgins).

Mat 25:6 And at midnight there was a cry made, Behold, the bridegroom cometh; go ye out to meet him.

50,000 orang keluar (Pekabaran malaikat kedua).

Foolish tidak pernah bergabung lagi.
Sekali tolak pekabaran, habis (you're done).

Mat 25:10 And while they went to buy, the bridegroom came; and they that were ready went in with him to the marriage: and the door was shut. 

Sampai di 1844
Disini tidak ada kekecewaan lagi.

Rev 12:17 And the dragon was wroth with the woman, and went to make war with the remnant of her seed, which keep the commandments of God, and have the testimony of Jesus Christ.

Ini remnant Advent yang tembus.

Orang yang tidak mau belajar, tetapi mau selamat, mereka adalah orang yang bodoh.
Walaupun ada orang yang bodoh: suka belajar, mereka bilang mereka cinta Kristus dan umat-umatNya.
Pertanyaannya: Apakah mereka hidupkan? Tidak, Apakah mereka mengalami pekabarannya? Tidak, Apakah mereka mau kecewa? Tidak.
Bukan mereka yang menentukan mau kecewa atau tidak.
Yang menentukan kecewa atau tidak ialah ada minyak atau tidak ada minyak.
Artinya kalau saya tidak mengerti Firman Tuhan dan saya tidak bikin apa-apa, hati-hati kamu akan menggenapi the foolish virgins.

TUJUAN NUBUATAN 
Ialah untuk bikin orang semangat untuk serius, rupanya sudah tidak ada waktu lagi!


In India, China, Russia, and the cities of America, thousands of men and women are dying of starvation. The monied men, because they have the power, control the market. They purchase at low rates all they can obtain, and then sell at greatly increased prices. This means starvation to the poorer classes, and will result in a civil war. There will be a time of trouble such as never was since there was a nation. “And at that time shall Michael stand up, the great prince which standeth for the children of thy people: and there shall be a time of trouble such as never was since there was a nation, even to that same time; and at that time thy people shall be delivered, everyone that shall be found written in the book.... Many shall be purified, and made white, and tried; but the wicked shall do wickedly, and none of the wicked shall understand, but the wise shall understand.”—Manuscript 114, 1899. (General manuscript, untitled, typed August 13, 1899.) 5MR 305.4

Di India, Cina, Rusia, dan kota-kota di Amerika, ribuan pria dan wanita meninggal karena kelaparan. Orang-orang kaya, karena mereka memiliki kekuasaan, mengendalikan pasar. Mereka membeli dengan harga rendah semua yang bisa mereka dapatkan, dan kemudian menjualnya dengan harga yang jauh lebih tinggi. Ini berarti kelaparan bagi kelas yang lebih miskin, dan akan mengakibatkan perang saudara. Akan ada masa kesusahan yang belum pernah terjadi sejak ada sebuah bangsa. “Dan pada waktu itu Mikhael akan bangkit, pangeran besar yang berdiri untuk anak-anak umatmu: dan akan ada masa kesusahan yang belum pernah terjadi sejak ada sebuah bangsa, bahkan sampai waktu itu; dan pada waktu itu umatmu akan diselamatkan, setiap orang yang namanya tertulis dalam kitab itu.... Banyak yang akan dimurnikan, dan dibuat putih, dan diuji; tetapi orang-orang jahat akan berbuat jahat, dan tidak seorang pun dari orang-orang jahat akan mengerti, tetapi orang-orang bijak akan mengerti.”—Naskah 114, 1899. (Naskah umum, tanpa judul, diketik 13 Agustus 1899.) 5MR 305.4

Selat Hormus (Strait of Hormuz) di BLOCK:
Akan menuju TOT (Time of Trouble).

Akan ada GLOBAL CRISIS.

Percaya:
Percaya Tuhan.

A MORE SURE WORD OF PROPHECY 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THREE ENTITIES: UNDERSTANDING ROMANS 7

WHAT IS FAITH?

ADD TO YOUR FAITH